Selasa, 23 Desember 2014

GANGGUAN JIWA: 80% Orang Indonesia Terganggu Jiwanya

Adhitya Noviardi Jum'at, 20/04/2012 20:05 WIB

 

JAKARTA: Sekitar 80% masyarakat Indonesia mengalami gangguan kejiwaan, dari tingkat ringan sampai yang serius.

 

"Sebanyak 1,3% diantaranya yang mengalami gangguan jiwa yang serius, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi psikotik. Penderita ini perlu penangan yang serius dan maksimal," kata Diah Setia Utami, Direktur Bina Kesehatan Jiwa, Ditjen Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan, hari ini di Jakarta.

 

Dia menuturkan selama ini banyak salah persepsi dalam masyarakat, bahwa orang sakit jiwa itu adalah orang gila.

 

"Padahal orang yang sulit tidur setiap malam, termasuk masalah kesehatan kejiwaan, dan perlu dicari solusinya," ungkapnya.

 

Menurut dia, kesehatan jiwa sudah menjadi masalah sehari-hari dalam kehidupan. Yang masuk dalam kategori gangguan kejiwaan bukan hanya masalah yang berat saja, gangguan ringan seperti rasa cemas yang berlanjut, termasuk gangguan kejiwaan.

 

Diah memaparkan fenomena gangguan mental dan emosional yang terlihat sekarang di kota-kota besar, hanya sebatas gambaran saja.

 

Banyak hal yang harus diperhatikan para pemangku kebijakan, agar fenomena tersebut tidak meletus menjadi beragam persoalan yang tak bisa ditangani.

 

Lingkungan fisik dan psikis di kota besar, tambahnya, akan membuat warga cenderung mengalami gangguan perilaku.

 

Untuk warga Jakarta, misalnya,  tergolong tinggi dalam gangguan mental dan emosional. Diantaranya depresi dan perilaku agresif.

 

"Hal itu dampaknya pada gangguan makan, dan sulit tidur, tawuran, serta kenakalan anak dan remaja, kekerasan dalam rumah tangga," ujar Diah.(ea)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...