Rabu, 26 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARI KARTINI: 21 Cewek sikat rute Jepara-Bandung

Editor   -   Sabtu, 21 April 2012, 12:42 WIB

BERITA TERKAIT

JEPARA: Sebanyak 21 perempuan mencoba menaklukkan rute perjalanan dari Jepara, Jateng, menuju Bandung, Jabar dengan menggunakan sepeda.Rombongan ini dilepas secara langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dari Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu, 21 April 2012 sekitar pukul 07.30 WIB.Jepara sebagai kota kelahirannya RA Kartini, dipercaya oleh komunitas "Bike to Work" (B2W) nasional sebagai tempat pelepasan para srikandi memulai bersepeda menuju Bandung."Kami ingin memberikan inspirasi terhadap kaum wanita, bahwa kita bisa melakukan semua hal di luar pakem," ujar Aristi Prajwalita Madjid, salah satu dari peserta kegiatan tersebut.Aristi mengatakan ungkapan bahwa kaum wanita dianggap lemah, harus dibuktikan lewat sejumlah kegiatan, salah satunya lewat bersepeda dari Jepara menuju Bandung.21 perempuan tersebut berasal dari sejumlah daerah yakni Jepara, Bandung, Surabaya dan Jakarta.Mereka juga ingin menunjukkan, bahwa kaum perempuan juga mampu bersepeda dari Jepara ke Bandung dengan jarak sekitar 588 kilometer, seperti halnya kaum laki-laki yang dianggap mampu melakukan sejumlah pekerjaan.Adapun 21 perempuan tersebut adalah Aristi Prajwalita Madjid, Fannie Waldhani, Diah Kusumo Dewi, Elizabeth Zoraya Paskarini, Evie Permata Sari, Ernawati Bintoro, Rini Rismiati, Hatning Natalia Maindra, Novita Maizir, Lita Apriantini, Anita Santa F. Panggabean, Gia Amalia, Intan Satria, Rahmidiarti, Rani Pratikaningtyas, Sarah A Walangitang, Seklie Patyuniestri, Sri Hardaningrum, Tense Manalu, Tentrem Sartika, dan Winna Ananda.Tense Manalu sebagai salah satu peserta dan koordinator para perempuan ini mengaku menerapkan seleksi  dan latihan khusus."Para peserta melakukan program latihan selama lima kali dengan jarak tempuh kurang lebih 70 sampai 100 kilometer per sesi," ujarnya.Para peserta tersebut, kata dia, merupakan gabungan dari berbagai latar belakang profesi, umur, dan kemampuan bersepeda.  Mereka adalah ibu rumah tangga, dokter, pekerja paruh waktu, hingga aktivis perempuan."Mereka dituntut dapat bekerja sama dengan baik mulai dari latihan sampai perjalanan ini selesai," ujarnya.Dia menganggap sepeda bukan hanya dijadikan alat untuk pemuas hobi semata, akan tetapi dapat dijadikan sebagai alat transportasi alternatif yang semakin banyak diminati.Perjalanan para srikandi tersebut, diharapkan menjadi inspirasi bagi kaum perempuan untuk berani melakukan perubahan, minimal untuk dirinya sendiri. (Ant/tw) 


Source : Newswire

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.