Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MANFAAT BUAH NAGA: Deteksi Kandungan Formalin & Borak di Makanan

Martin Sihombing   -   Selasa, 21 Mei 2013, 18:03 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, GRESIK-- Siswa SMA Hidayatus Salam, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menemukan manfaat kulit buah Naga, yakni untuk mengetahui kandungan formalin dan boraks dalam sebuah makanan.

Salah satu siswa, Fairuz Fatin Bahriyah, Selasa (21/5/2013), mengaku ide awal pemanfaatan kulit buah naga, yakni ketika dirinya bersama sejumlah rekannya ingin mencari zat pendeteksi formalin dan boraks, hal ini didasari karena banyaknya bahan makanan di pasaran yang menggunakan kedua bahan itu.

"Ide awal muncul setelah saya melihat banyaknya makanan yang menggunakan formalin dan boraks untuk bahan pengawet, kemudian menemukan kulit buah naga sebagai alat pendeteksi formalin dan boraks," katanya.

Dikatakannya, kulit buah Naga yang juga disebut "Hylocereus Costaricensis" dapat digunakan mendeteksi adanya zat formalin secara mudah tanpa bahan kimia lainnya.

"Pertama, makanan direndam terlebih dahulu dalam air yang dicampur kulit buah naga, kemudian jika makanan itu menggunakan formalin atau boraks akan memberikan warna merah yang lebih lama pada kertas tisu, dibanding dengan makanan tanpa formalin," katanya.

Ia menjelaskan, proses pendiaman makanan dalam air kulit buah Naga dilakukan selama 10 menit, sehingga warna tisu akan semakin terlihat merah, sedangkan bagi makanan yang tidak mengandung formalin akan tetap terlihat putih.

Fatin mengatakan dirinya bersama sejumlah rekannya telah melakukan percobaan pada makanan bakso dan tahu.

"Untuk pentol yang mengandung boraks, dalam percobaan itu akan terlihat warna ungu pudar, dan pentol yang tidak mengandung boraks warnanya merah muda, atau warna asal kulit buah naga," katanya.

Selain itu, praktik pada teh yang mengandung boraks akan menjadi coklat, dan yang tidak mengandung boraks akan menjadi merah muda seperti warna asal kulit buah naga.

Menanggapai temuan itu, Kepala SMA Hidayatus Salam, Misbahul Abidin, mengaku bangga atas temuan siswa-siswinya, sebab sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Formalin adalah senyawa disinfektan kuat yang dapat membasmi berbagai bakteri pembusuk, dan formalin umumnya digunakan sebagai pengawet mayat, bukan untuk pengawet makanan," katanya yang dikutip Antara.

Penggunaan formalin dalam makanan, akan sangat berbahaya bagi kesehatan, sebab akan menyebabkan berbagi penyakit, seperti rasa panas pada mulut, kerongkongan serta pada lambung.

"Gejala lain yang bisa ditimbulkan dari makanan berformalin adalah rasa sakit yang amat sangat, pingsan mendadak, diare, kerusakan hati bahkan kematian," katanya.

Sementara penggunaan boraks pada makanan juga membahayakan kesehatan, sebab dapat menimbulkan muntah-muntah, diare, dan ganguaan pencernaan.

"Boraks adalah kristal lunak dan berbentuk serbuk kristal putih, tidak berbau dan tidak larut dalam alkohol, dan apabila digunakan dalam makanan, maka efeknya makanan itu akan mengembang dan lunak, teksturnya bagus dan renyah atau kenyal," katanya.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.