Pola Membeli Pakaian Orang Indonesia Sudah Berubah

Musa Widyatmojo, Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia menilai menjamurnya label-label busana ready to wear (RTW) lokal atau pakaian jadi disebabkan pola kehidupan masyarakat kini telah berubah.
Dika Irawan | 02 Juni 2016 18:44 WIB
Belanja - ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA -- Musa Widyatmojo, Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia menilai menjamurnya label-label busana ready to wear (RTW) lokal atau pakaian jadi disebabkan pola kehidupan masyarakat kini telah berubah.
 
" Dahulu kalau mau lebaran, bikin baju ke tukang jahit. Kalau sekarang pergi ke tukang jahit sudah tidak menjadi pilihan," ujarnya, Kamis (2/5/2016).  
 
Selanjutnya, imbuh desainer senior itu, kebutuhan masyarakat untuk tampil eksis sangat penting. Indikasinya adalah sejak berkembangnya sosial media. Menuru dia media sosial membuat orang senang tampil baik pribadi maupun komunitas.
 
"Misalnya, kalau hari ini saya baju merah, masa besok tampil baju merah lagi. Semakin tidak disadari ada tuntutan berganti penampilan. Memang itu sangat baik untuk industri fashion, kebutuhannya banyak," ujarnya.
 
Di sisi lain, tuturnya, hal tersebut memunculkan persaingannya tidak sehat
karena toko mode di departemen store harus membayar pajak, sedang di dunia online dapat menjual bebas tanpa adanya pungutan sejenis. Karena itu, harus ada peraturan yang jelas terkait indsutri fashion ini.
"Itulah yang terjadi saat ini," ujarnya.
Tag : fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top