Tiga Dara Buka Peluang Film Klasik direstorasi

Film Tiga Dara (1956) besutan Bapak Perfilman Indonesia, sutradara Usmar Ismail, ditayangkan kembali di bioskop-bioskop dalam format digital 4K. F
Azizah Nur Alfi | 20 Agustus 2016 07:38 WIB
Tiga Dara - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 11 Agustus kemarin, menjadi catatan penting dalam perfilman Indonesia. Film Tiga Dara (1956) besutan Bapak Perfilman Indonesia, sutradara Usmar Ismail, ditayangkan kembali di bioskop-bioskop dalam format digital 4K.

Format terbaik di layar lebar ini merupakan hasil restorasi yang dilakukan selama bertahun-tahun, yang digagas oleh SA Films.

Pemutaran film Tiga Dara mendapat sambutan meriah dari penonton. Meskipun ditayangkan secara terbatas di semua jaringan bioskop di Tanah Air, hal ini tak menghalangi minat masyarakat luas untuk melihat kembali bagaimana suasana Indonesia di tahun 1950-an, yang memang jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, ditemui di layar lebar sekarang.

Tak pelak, bioskop-bioskop yang memutar film Tiga Dara ini pun dipadati penonton, beberapa bioskop di Jakarta bahkan terlihat penuh di beberapa jam pertunjukannya. Penonton dibuat terhibur, tertawa mendengar candaan yang tak usang, serta menebak-nebak lokasi yang digunakan di film tersebut.

Executive Producer Yoki P Soufyan mengatakan kesuksesan film Tiga Dara ini bisa membuka peluang untuk film-film klasik Indonesia lainnya agar bisa diselamatkan keberadaannya, direstorasi, dan diputar kembali, untuk bahan belajar generasi masa kini dan masa depan.

Di Perancis, sangat lumrah film-film lama yang direstorasi diputar kembali untuk umum di bioskop, dan masuk jajaran film laris, box office. Sampai sekarang pun begitu. Memang tidak bisa kita bandingkan, tapi melihat tanggapan positif penonton, bahkan di beberapa bioskop sampai memberikan applause di akhir film, itu sangat membanggakan sekali.

"Kami ingin film Tiga Dara hasil restorasi ini bisa sukses di bioskop," tuturnya seperti dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (19/8). 

Tag : film
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top