Berawal dari Kencing Manis, Ini Kronologi Meninggalnya Eddy Silitonga

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. Chamim SPOG, K-OnK RSUP Fatmawati, mengungkap kronologi meninggalnya Eddy Silitonga.
Newswire | 25 Agustus 2016 14:54 WIB
Anak-anak Eddy Silitonga mengelilingi jenazah ayahnya, di Rumah Duka RSUP Fatmawati, Jakarta, Kamis (25/8/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Medik dan Keperawatan Dr. Chamim SPOG, K-OnK RSUP Fatmawati, mengungkap kronologi meninggalnya Eddy Silitonga.

"Eddy Silitonga adalah pasien Fatmawati sudah lama, dan dia konsultasi tentang penyakitnya awalnya kencing manis," katanya  di RSUP Fatmawati, Kamis (25/8/2016)

Lebih lanjut, dikatakan, bahwa Eddy Silitonga terakhir dirawat 3 bulan lalu.

"Enggak mau makan, daya tahan tubuh menurun, gangguan gula darah tinggi," ujar dia.

Saat itu, Eddy Silitonga hanya dirawat dua hari. Namun, dua minggu lalu dia kembali dirawat di RSUP Fatmawati.

"Datang lagi dengan keluhan sesak, lalu diobservasi di gawat darurat ada gangguan di jantung, dan gula darah masih tinggi," kata Chamin.

Pada saat itu, Eddy Silitonga sempat berhenti bernapas sehingga diisukan meninggal.

"Diberikan pertolongan Resusitasi Jantung Paru berhasil, setelah itu dibawa ke ICU," ujar Chamim.

Kurang lebih dua minggu kondisi pelantun "Mama" itu, menurut Chamim, mulai naik turun karena komplikasi dari penyakitnya.

"Kemudian, semalam sempat berhenti napas, dilakukan RPG tidak berhasil artinya otot jantung tidak kuat lagi, dan pada jam 00.05 WIB dinyatakan meninggal," ujar dia.

Sementara itu, anak Eddy Silitonga, Mario, mengungkapkan kondisi ayahnya mulai naik turun sekitar pukul 18.00 WIB.

"Turun terus, saat itu naik lagi kembali stabil, sampai akhirnya jam 00.05 WIB semuanya drop," kata dia.

"Enggak ada firasat apa-apa, benar-benar enggak nyangka," tambah dia.

Sumber : Antara

Tag : diabetes, eddy silitonga
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top