Seni Rupa dan Arkeolog Berpadu di Wimba Kala

- Menggabungkan seni rupa dan arkeolog menjadi sajian utama yang dihadirkan Pameran Gambar Cadas Indonesia bertajuk Wimba Kala di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 28 April hingga 15 Mei mendatang.
Dika Irawan | 29 April 2017 03:54 WIB
Galeri Nasional - galeri_nasional.or.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Menggabungkan seni rupa dan arkeolog menjadi sajian utama yang dihadirkan Pameran Gambar Cadas Indonesia bertajuk Wimba Kala di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 28 April hingga 15 Mei mendatang.

Kepala Galeri Nasional Tubagus 'Andre' Sukmana mengatakan Pameran ini digelar atas kerja sama antara lembaga-lembaga kebudayaan di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Galeri Nasional Indonesia, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Kemudian Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, dan Museum Basoeki Abdullah.

"Dalam proses persiapan pameran ini kami melibatkan para ahli dari bidang arkelolog maupun seni rupa dan seniman masa kini untuk menciptakan karya-karya gambar cadas di Indonesia," katanya dalam pembukaan pameran, Jumat (28/4/2017).

Pameran ini sendiri melibatkan tiga kurator sekaligus yaitu Rizki A. Zaelani, Pindi Setiawan, dan R. Cecep Eka Permana, serta dibantu asisten kurator Adhi Agus Oktaviana.

Rizki menuturkan Wimba Kala mengundang para seniman untuk menafsirkan kembali tradisi pembuatan gambar-gambar cadas di Indonesia pada masa prasejarah melalui karya-karya mereka di masa kini. Para seniman itu mengajak publik seni rupa dan masyarakat secara luas untuk mendekati kembali dan menafsirkan keberadaan gambar cadas Indonesia secara bersama-sama.

"Ada beberapa soal yang akan dipahami oleh para seniman untuk melakukan cara penafsiran mereka yang khas dan individual," katanya.

Pertama, para seniman mengenal, menemukan, dan menjadikan gambar-gambar cadas itu lebih kurang sebagai subyek yang berdialog secara aktif dan memunculkan rangsangan kreatif, daripada dilihat sebagai obyek kajian pengetahuan yang mesti ditafsirkan secara obyektif.

Kedua, para seniman menggunakan sudut pandangan seni yang khas dan kebiasaan mereka melakukan kerja kreatif mereka masing-masing. Dalam proses berkarya, para seniman terbiasa memakai cara pandang estetik, pamahaman filsafat keindahan, maupun kajian teori seni daripada sudut pandang bidang keilmuan antropologi, arkeologi, etnologi.

Karya-karya tersebut merupakan hasil olah artistik delapan perupa masa kini yaitu Achmad Krisgatha, Andang Iskandar, Eldwin Pradipta, Farhan Siki, Irman Anas Rahman, Panca D. Z. & ARTi, Ricky ‘Babay’ Janitra, dan S. Dwi Stya ‘Acong’. Karya tersebut disandingkan dengan dua karya lukis para seniman ternama yang dianggap relevan dengan gambar cadas.

Pameran sendiri dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid pada Jumat (28/4/2017) malam

Tag : pameran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top