Nuansa Baru Busana Pria dari Ivan Gunawan

Ivan Gunawan menawarkan lini busana pria berselera masa kini dengan nuansa yang berbeda baik dari segi tata warna, komposisi bentuk, dan desain bergaya muda nan modis. Ini berbeda dengan kebiasaan Ivan yang kerap menciptakan busana dengan bahan-bahan premium dengan mewah dan elegan.
Asteria Desi Kartika Sari | 29 November 2018 00:32 WIB
/Tim Muara Bagdja

Bisnis.com, JAKARTA -- Ivan Gunawan menawarkan lini busana pria berselera masa kini dengan nuansa yang berbeda baik dari segi tata warna, komposisi bentuk, dan desain bergaya muda nan modis. Ini berbeda dengan kebiasaan Ivan yang kerap menciptakan busana dengan bahan-bahan premium dengan mewah dan elegan.

Melalui peragaan busana tunggal, perancang busana Ivan Gunawan mempresentasikan 60 set busana pria berlabel Khalif. Uniknya busana itu diperagakan dengan model pria dari berbagai latar belakang, bentuk tubuh, warna kulit dengan styling dan gaya yang mengadaptasi arus besar mode dunia.

Koleksi perdana Khalif terbagi menjadi tiga sesi yang mewakili tiga unsur dasar yaitu Sun (matahari) yang diaplikasikan dalam sentuhan warna khaki dan maroon. Sea (laut) yang ditunjukan lewat warna putih, biru, dan kotak-kotak, serta Earth (bumi) yang ditunjukan dengan unsur warna hitam putih dan gradasi. Lewat koleksi ini, Ivan menawarkan siluet busana sporty hingga busana muslim.

Ivan mengungkapkan bahwa tak hanya wanita, pria juga perlu dimanjakan dengan busana yang nyaman dan harga aman di kantong. Selain itu, dia ingin mengubah stereotip busana muslim yang digunakan pria yang monoton. Kebanyakan busana muslim pria yang dikenal seperti bordir di bagian dada, dia menghindari desain tersebut kemudian menggantikannya dengan gaya seperti patchwork berpotongan besar.

Dia juga mengaplikasi desain busananya lewat berbagai bahan seperti katun, linen, kanvas, bahkan denim yang membuat rasa koleksi lebih maskulin. Pasalnya, gaya busana yang kekinian biasanya menggunakan bahan bertekstur kasar atau lentur. Kerah ringan tanpa sisipan kain keras juga menjadi ciri yang menekankan gaya Khalif.

Potongan busana yang ditampilkan adalah kaos ala distro, polo, kemeja lengan pendek dan panjang, jaket, celana olahraga, celana longgar. Tanpa meninggalkan gaya Islami, koleksi diperkaya dengan permainan gaya vintage, serta aroma preppy dalam deret koleksi, seperti celana di atas mata kaki yang semakin melengkapi gaya.

Label Khalif kali ini mengusung konsep busana “Monday to Sunday” dengan harga yang relatif terjangkau. Harapannya, koleksi busananya kali ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Casual banget, harganya juga terjangkau banget. Aku keliling mal, brand-brand luar yang diantri orang. Mimpi saya, apa yang saya buat juga jadi rebutan,” kata Ivan.

Dari sisi warna, Ivan lebih memilih warna-warna aman yang lebih konvensional dikenakan oleh pria, seperti coklat, hitam, hijau army. “Saya bermain dengan semua warna yang maskulin. Untuk mix and match juga tidak bikin pusing,” tutur pria kelahiran 31 Desember 1981 itu.

Busana pria bukanlah hal baru bagi Ivan karena ia sudah melahirkan lini busana pria sebelumnya, yakni Jajaka. Namun, koleksi Jajaka dianggap tidak bisa diproduksi secara massal karena terdiri dari koleksi busana batik. Ivan pun kemudian melahirkan Khalif, lini busana pria yang tak secara khusus diperuntukkan bagi pasar usia tertentu.

“Saya tidak menargetkan usia pada koleksi saya, dari remaja sampai bapak-bapak masih cocok saja,” katanya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Ivan dalam membuat koleksi busana Khalif adalah dari memaksimalkan bahan pakaian. Berawal sebagai home industry dan sebagai desainer dengan klien wanita kelas menengah ke atas, Ivan terbiasa mengolah bahan-bahan kelas premium yang harga per meternya bisa mencapai jutaan rupiah.

Dalam 5 bulan terakhir Ivan juga menghindari penggunaan bahan-bahan impor untuk mengurangi segala kerumitan yang dihadapi. Memperoleh bahan baku pakaian menjadi sangat penting, apalagi untuk mengolah pakaian yang diproduksi secara massal.

“Saya ingin semua bahannya lokal. Bahan dasar bisa didapatkan dari vendor yang jelas, pabrik jelas, sehingga kontinuitasnya terjaga,” ujarnya.

Tag : mode, fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top