Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Penyakit Lambung GERD

Penyakit asam lambung yang dikenal dengan sebutan gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa menyebabkan kematian bila Anda tidak segera mengobati salah satunya adalah dengan mengubah gaya hidup.
Rahayuningsih | 04 Desember 2018 16:46 WIB
Ilustrasi penyakit lambung atau dikenal juga dengan GERD/Bisnis - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA—Pernah merasakan nyeri dan panas di dada seperti terbakar yang diikuti dengan mulut pahit? Jangan buru-buru menilai bahwa Anda tengah mengalami serangan jantung, bisa jadi karena lambung lagi bermasalah.

Serupa dengan jantung, penyakit asam lambung atau dikenal dengan sebutan gastroesophageal reflux disease (GERD) juga bisa  menyebabkan kematian bila Anda tidak segera mengobatinya.

Dalam tulisannya, praktisi klinis dan akademisi Ari Fahrial Syam menyampaikan GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi hingga berujung pada kematian. Hal ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan. Namun, luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah.

Bahkan GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan hingga menyebabkan terjadinya penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra kanker. Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi (erosi dental), tenggorokan (faringitis kronis), sinus (sinusitis), pita suara (laringitis), saluran pernapasan bawah  (asma) bahkan sampai paru-paru (fibrosis paru idiopatik).

Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan bila penyakit yang lebih sering disebabkan oleh gaya hidup ini sudah Anda idap.

Ada beberapa yang bisa dilakukan. Ari menyebutkan prinsip utama mengobati pasien GERD adalah menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Tatalaksana penyakit GERD berupa tatalaksana non obat/perubahan gaya hidup dan tatalaksana obat-obatan. Tatalaksana non obat yaitu perubahan gaya hidup.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tatalaksana non-obat, pasien GERD antara lain:

  1. Menghindari konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
  2. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan.  Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.
  3. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas. Hindari minum kopi, alkohol atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD tersebut.
  4. Hindari makanan yang mengandung coklat dan keju.
  5. Menghindari stress
  6. Mengontrol berat badan sampai mencapai berat badan ideal

Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pada pasien yang memang sudah mengalami GERD jika mengkonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD.

Berikutnya adalah tata laksana obat-obatan:

Obat yang diberikan terutama obat-obat yang memproduksi asam lambung atau dikenal sebagai anti sekresi asam lambung. Untuk lebih tepatanya, Anda bisa langsung menanyakan ke dokter langsung. Pasien dengan GERD bisa sembuh dengan menghindari faktor pencetus dan mengosumsi obat-obatan sampai tuntas sesuai petunjuk dokter.

                                                                                                                                 

Tag : kesehatan
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top