TIM gelar mode busana anak TK dan SD

JAKARTA: Puluhan anak usia TK dan SD tampak bersuka cita mengikuti lomba peragaan busana yang diadakan di lobi Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Mereka berlarian dan bersendagurau, yang membuat repot para orangtua dan pengantarnya, apalagi
News Editor | 04 Desember 2010 17:15 WIB

JAKARTA: Puluhan anak usia TK dan SD tampak bersuka cita mengikuti lomba peragaan busana yang diadakan di lobi Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Mereka berlarian dan bersendagurau, yang membuat repot para orangtua dan pengantarnya, apalagi saat wajahnya dirias. Anak-anak tersebut tumplek di TIM dalam rangkaian Festival Budaya Anak 2010, yang digelar 3-5 Desember oleh  Yayasan Mekar Pribadi bekerjasama dengan Pusat Kesenian Jakarta-TIM. Banyak acara yang ditampilkan selama tiga hari tersebut, diantaranya operet  anak, loma melukis, lomba baca berita TV, lomba peragaan busana, dan lomba mendongeng."Kegiatan ini cukup penting, karena melibatkan anak usia balita hingga tingkat SLTP, yang merupakan periode emas dan pencarian jati diri. Pembentukan watak merupakan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, orangtua, sekolah, tokoh masyarakat, dan penggiat seni budaya," kata Oetari Noor Permadi, Pimpinan Yayasan Mekar Pribadi, yang juga Ketua Panitia Festival Budaya Anak (FBA) 2010, hari ini.FBA yang mengangkat tema Menjadikan anak kreatif dan keluarga yang sehat, kata Oetari, dibuka kemarin malam dengan pergelaran Operet Bee Bee Si Lebah (bunga bangsa). "Operet itu dimainkan oleh sejumlah anak dari Kelompok Peduli Anak, dan murid SD Harapan Mulia Galaxy, Bekasi,"ujar mantan penyiar TVRI era 1970-1980an.Menurut Oetari, untuk menjadikan anak kreatif dalam keluarga yang sehat, merupakan tanggung jawab bersama. "Memang dalam pelaksanaannya tidak mudah. Karena anak berada dalam lingkungan keluarga, dan tiap keluarga mempunyai persoalan dan gaya mendidik anak yang berbeda," ungkapnya.Dia menuturkan kegiatan FBA 2010 ini tidak saja melibatkan kalangan anak-anak, tapi juga para orangtua, pengasuh dan pembatu rumah tangga. "Saya kira selama ini festival yang melibatkan anak, orangtua, pengasuh/mbak-mbak sepertinya belum pernah ada. Karena itu ke depan, acara ini akan dikembangkan lebih luas dengan format yang menarik, agar berkesinambungan," katanya.FBA ini selain menampilkan berbagai kegiatan untuk anak, juga menampilkan Obrolan Santai berjudul Kerja sama hebat untuk anak, hubungan positif orangtua dan pengasuh. Acara ini melibatkan para mbak pengasuh anak dan juga orangtua. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top