120 Pelukis & pematung pameran

JAKARTA: Sebanyak 120 pelukis dan pematung mengadakan pameran bersama menyambut Natal dan Tahun Baru bertema "Sense of Arts" di Central Park pada 14-20 Desember.Sejumlah perupa ternama ikut serta dalam kegiatan ini antara lain Agus Swasono, Basuki Bawono,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  08:48 WIB

JAKARTA: Sebanyak 120 pelukis dan pematung mengadakan pameran bersama menyambut Natal dan Tahun Baru bertema "Sense of Arts" di Central Park pada 14-20 Desember.Sejumlah perupa ternama ikut serta dalam kegiatan ini antara lain Agus Swasono, Basuki Bawono, Bismar Siregar, Heti Mamun, Iwan Sulistyo, Lanny Andriani, Poerbonoadi Sri Hadhy, Joko Sun, B. Yamin, Syahdan Lubis dan Kardi Balowa."Pameran yang berlangsung sampai akhir Desember 2010 bertujuan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru dengan menampilkan 150 lukisan," kata koordinator pameran Lanny Andriani hari ini.Dia juga pernah pameran di Toms'Art Gallery, Singapura. Dalam pameran kali ini dia menampilkan karya penari cilik asal Bali dengan judul "Siap Pentas". Dalam pameran ini para pelukis banyak yang menampilkan lukisan harimau dalam berbagai posisi, burung, pemandangan alam, figur penari Bali, penari Jawa, figur anak-anak, orangtua dan dunia fauna dengan gaya realisme."Lukisan realis banyak peminatnya dan sangat menjanjikan. Untuk pelukis realis, impresionis, ekspresionis tidak perlu khawatir dengan tren lukisan kontemporer," kata Lanny.Salah seorang pelukis penganut realisme sejati dan terbilang paling bagus melukiskan dunia penari Bali dan anak-anak adalah Joko Sun asal Banyuwangi yang menetap di Bali. Dia mempunyai misi melestarikan budaya nasional, memberikan kesenangan kepada orang lain lewat karya seni dan memberikan pesan atau berkomunikasi kepada orang lain lewat lukisan.Pelukis Joko kelahiran Banyuwangi 1970 sudah menghasilkan beberapa karya lukisan yang terbilang mengagumkan. Ciri khas dari karya lukisnya adalah ketelatenannya yang terlihat pada karya-karya yang ditampilkan, mulai dari ornamen kain hingga lekuk-lekuknya, yang memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi dalam pengerjaannya."Kanvasnya adalah ajang demonstrasi teknik realis, atau bahkan hipcrrealis. Apabila potensinya terus dieksplorasi, kecermatannya bisa tiada duanya di Indonesia," kata kurator Agus Dermawan. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top