Kardy Balowa pamerkan Srikandi vs Bisma

JAKARTA: Kardy Balowa, perupa yang juga dalang, memamerkan karya seni lukis bertema dunia pewayangan dan tokoh dunia dalam menyambut Natal dan Tahun Baru di Central Park mulai hari ini sampai 2 Januari 2011.Dalam peta seni rupa Indonesia, nama Kardy
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  13:42 WIB

JAKARTA: Kardy Balowa, perupa yang juga dalang, memamerkan karya seni lukis bertema dunia pewayangan dan tokoh dunia dalam menyambut Natal dan Tahun Baru di Central Park mulai hari ini sampai 2 Januari 2011.Dalam peta seni rupa Indonesia, nama Kardy memang baru muncul pada 2000. Walau begitu Kardy sudah dikenal sebagai salah seorang perupa yang handal dengan daya imajinasi yang menampilkan objek dunia pewayangan dan tokoh dunia seperti Albert Eisntein, Marilyn Monroe, Charlie Chaplin dan John Lennon.Dalam pameran ini, Kardy memajang karyanya antara lain lukisan berjudul 'Srikandi vs Bisma' yang menggambarkan pertarungan Srikandi dengan panahnya melawan Bisma di atas papan catur. "Ini cerita tradisional yang ditampilkan dengan gaya kontemporer dalam dunia seni rupa," kata Kardy.Karya lainnya yang berhubungan dengan dunia pewayangan adalah 'Surtikanti' dan 'Suryatmojo/Senopati Astina Rajawangsa'.Nama Kardy mulai dikenal ketika sejumlah karyanya masuk dalam lelang, di antaranya dalam lelang Sidharta Auctioneer beberapa kali. Selain itu dia sering ikut pameran di berbagai tempat mulai di Senayan City, Hotel Sultan dan kini di Central Park.Salah satu karyanya berjudul Posisition setelah dilelang oleh Sidharta Auctioneer, membuatnya namanya dikenal secara luas tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara. Karya tersebut menjadi pembicaraan di kalangan pencinta seni sampai di Prancis.Beberapa karya lainnya yang menarik perhatian adalah lukisan berjudul 'The Scientist' yang menggambarkan seorang anak lelaki berusia sekitar 5 tahun bertopang dagu berhadapan dengan seorang kakek yang tak lain adalah Einstein. Seolah dia sedang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Einstein atau dia sedang berimajinasi ingin menjadi seperti Einstein, orang jenius."Apakah benar, pada zaman yang serba instant seperti saat ini, masih ada anak yang merindukan untuk bisa menjadi Albert Einstein? Jawaban saya masih. Sebab, setiap anak-anak pasti punya cita-cita setinggi langit. Menjadi seorang Einstein, bagi saya, merupakan cita-cita yang setinggi langit, meskipun kita tidak tahu tercapai atau tidaknya cita-cita itu," ujar Kardy. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top