Kaus nasionalisme VJ Daniel

Berawal dari rasa sebal ketika seorang teman kerap mengolok-olok Indonesia, presenter Daniel Mananta menekuni bisnis kaus bertema cinta tanah air bernama DAMN! I Love Indonesia sejak Oktober 2008. Lulusan Edith Cowan University, Perth, Australia ini
Edwina
Edwina - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  05:59 WIB

Berawal dari rasa sebal ketika seorang teman kerap mengolok-olok Indonesia, presenter Daniel Mananta menekuni bisnis kaus bertema cinta tanah air bernama DAMN! I Love Indonesia sejak Oktober 2008. Lulusan Edith Cowan University, Perth, Australia ini resah jika semua anak muda Indonesia berpikir demikian.

Saya tegaskan untuk melakukan sesuatu yang bisa mengubah opini mereka. Sebagai seorang public figure, saya harus mampu menginspirasi dan melakukan sesuatu untuk generasi muda, ungkap presenter (VJ) MTV ini kepada Bisnis pekan lalu.

Kemudian, Daniel memutuskan untuk membuat clothing label yang menjual kaus berkonsep cinta tanah air. Pilihan menjadikan kaus sebagai media untuk merepresentasikan konsepnya tersebut didasari oleh latar belakang orang tuanya yang berbisnis kaus. Seorang teman juga menyarankan memberi nama DAMN!, akronim nama aslinya.

Idenya begitu simple, bagaimana caranya menunjukan rasa cinta kepada Indonesia dengan gaya yang modern. Ibaratnya mengawinkan budaya tradisional dengan gaya modern. Kami mengedepankan suatu desain yang disebut urban Indonesia, jelas pria kelahiran Jakarta ini.

Oleh karena tidak memiliki latar belakang desain, Daniel menyerukan kalimat I Love Batik pada kaus pertama yang dirilis DAMN! I Love Indonesia. Dia mengaku menyukai motif batik sebagai seni khas Indonesia namun kurang suka memakai kemeja batik. Menurut presenter Indonesian Idol ini, kemeja batik identik dengan sosok Pak Lurah.

Kemudian, seorang teman mengenalkan saya kepada Win Satria, seorang desainer. Kami pun menjadi partner dalam menjalankan DAMN!, dia mengurus desain dan saya meng-handle kreatif, marketing sekaligus public relations, jelas Daniel.

DAMN! I Love Indonesia mematok harga sekitar Rp150.000 - Rp200.000 per kaus. Saat ini, Daniel telah membuka dua gerai di f X Lifestyle Center dan Level One, Grand Indonesia, Jakarta. Selain menjual kaus, toko ini juga menyediakan poster, gantungan kunci, notes, topi, dan bantal bertema cinta Indonesia.

Kaus bergambar Bung Karno di sampul majalah TIME adalah salah satu kaus koleksi DAMN! I Love Indonesia yang laris. Selain itu, kaus orisinal DAMN! I Love Indonesia telah menjadi ciri khas clothing ini.

Saking favoritnya, kaus yang satu ini dibajak dimana-mana. Seorang Irfan Bachdim pun jadi korban kaus bajakan ketika dia meng-upload foto memakai kaus ini di akun Twitter-nya. Saya harap yang lain tidak pakai kaus bajakan. Masa' produk untuk cinta Indonesia malah dibajak juga oleh orang Indonesia? ujar pemain film Rumah Dara ini.

Meskipun pembajakan sulit diberantas, Daniel tetap setia menyerukan semangat cinta tanah air kepada generasi muda dengan cara modern. Tidak jarang nasionalisme Daniel dipertanyakan ketika kaus produksinya menggunakan bahasa Inggris alih-alih bahasa Indonesia.

Menurut dia, bahasa Inggris yang bersifat universal akan membantu nama Indonesia dikenal secara internasional ketika pemakai kaus berada di luar negeri. Jadi, secara tidak langsung pemakai kaus adalah duta negara Indonesia. (19)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top