SAWMA Awards digelar mulai hari ini

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable{mso-style-name:"Table Normal";mso-tstyle-rowband-size:0;mso-tstyle-colband-size:0;mso-style-noshow:yes;mso-style-priority:99;mso-style-qformat:yes;mso-style-parent:"";mso-padding-alt:0in
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  04:55 WIB

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable{mso-style-name:"Table Normal";mso-tstyle-rowband-size:0;mso-tstyle-colband-size:0;mso-style-noshow:yes;mso-style-priority:99;mso-style-qformat:yes;mso-style-parent:"";mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;mso-para-margin:0in;mso-para-margin-bottom:.0001pt;mso-pagination:widow-orphan;font-size:11.0pt;font-family:"Calibri","sans-serif";mso-ascii-font-family:Calibri;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-hansi-font-family:Calibri;mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Oleh Herry Suhendra

JAKARTA: Sastra Welang Monologue Awards (SAWMA) digelar untuk pertamakalinya oleh Teater Sastra Welang yang didukung oleh Balai Bahasa Provinsi Bali dan Bentara Budaya Bali mulai hari ini 28 Mei sampai 31 Mei 2011 di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Dalam kegiatan ini setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pk.10.00 hingga pk.17.00. Malam puncaknya akan digelar di Bentara Budaya Bali pada hari Selasa, 31 Mei 2011 pk.18.00 dengan menampilkan para seniman seniman papan atas di Bali diantaranya Abu Bakar, Cok Sawitri, Nyoman Sura, Pranita Dewi,Teater Mimba, Komunitas Sahaja , Dewi Rejeki dan lainnya.

SAWMA merupakan perayaan festival monolog yang direncanakan digelar setiap tahun dengan melibatkan komunitas teater umum, teater kampus, maupun teater SMA yang ada di Bali. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukan untuk dapat berkreasi dalam seni pemanggungan monolog. SAWMA 2011 menampilkan 18 kelompok dari 16 group teater yang ada di Bali.

Dengan memainkan naskah naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya dengan pertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan pesan moral dan humanis. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Surat Kepada Setan ( Putu Wijaya ), Balada Sumarah ( Tentrem Lestari ), Kucing Hitam ( Edgar Alan Poe ), Kasir Kita( Arifin C Noer ), Aut ( Putu Wijaya ) , Masmirah ( Arthur S Nalan ), Tolong ( Nano Riantiarno ), Monolog Topeng ( Rachman Sabur ), Bahaya Racun Tembakau ( Anton Chekov , adaptasi Cok Sawitri) dan Marsinah Menggugat ((Ratna Sarumpaet ).

Dalam penyelenggaraan SAWMA 2011, dewan juri akan bekerja keras menentukan siapa yang berhak menerima penghargaan piala SAWMA untuk kategori aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik.

Selain mendapatkan hadiah uang tunai, peserta yang masuk nominasi akan mendapatkan paket buku - buku sastra karya sastrawan Indonesia, diantaranya Oka Rusmini, Frans Nadjira, Cok Sawitri, Agus R Sarjono, Hanna Fransisca, Wayan Sunarta, Putu Bawa Samar Gantang, Nana Sastrawan, Wa Ode Wulan Ratna, Made Sugianto. Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri SAWMA adalah Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang. Mereka akan menentukan lima nominator dalam masing masing kategori.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Bapak C. Ruddyanto menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan SAWMA 2011. SAWMA merupakan bukti kelesuan sastra tidak perlu berlarut. Dia diharapkan akan menjadi salah satu tungku gairah yang terus membara, tidak sekadar menjadi tempat calon pesastra berdiang,tetapi juga ajang mengolah karsa menjadi karya. Walaupun bidang kiprahnya Monolog, SAWMA sendiri adalah dialog yang pantas bersambut untuk memetakan kehidupan sastra yang merayakan kemanusiaan kita.

Setiap upaya mengembangkan kehidupan kreatif, harus diapresiasi dan dihargai. Kita perlu ruang kreasi yang sehat, dimana anak muda meneguhkan pilihan masa depannya serta belajar membangun kebersamaan, kata penyair Bali Warih Wisatsana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top