Pameran Wonderground tawarkan produk estetika desain

JAKARTA: Danes Art Veranda dan Nafka yang merupakan laboratorium bagi pengembangan dan pembelajaran sustainable design akan menyelenggarakan pameran bertema Wonderground pada 4 Juni 2011.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  03:00 WIB

JAKARTA: Danes Art Veranda dan Nafka yang merupakan laboratorium bagi pengembangan dan pembelajaran sustainable design akan menyelenggarakan pameran bertema Wonderground pada 4 Juni 2011.

Pameran ini bukan sekadar sebuah pameran produk. Ini adalah upaya eksplorasi dan eksperimentasi dalam menawarkan produk-produk yang melekatkan estetika desain, fungsi dan kualitas dari sebuah proses yang menggabungkan community development dan kesadaran lingkungan. Wonderground adalah pameran karya prototype oleh desainer dan artis dari berbagai latar yang kelak akan dilabeli konsep merek Nafka, kata Riri Prabandari dari Danes Art Veranda.

Prinsip environmental-social friendly menjadi mesin yang digerakkan oleh kolaborasi jaringan desainer dan seniman bersama perajin dan UKM menciptakan responsible lifestyle product.

Responsible lifestyle yang menjadi area bermain Nafka mensyaratkan penggunaan materi limbah atau organic, selain itu proses dan manajemen produksi juga menggunakan prinsip fair trade, menghindari penggunaan energi dan produksi karbon berlebih.

Kolaborasi yang diciptakan Nafka lebih dari sekadar hubungan pembuat desain dan pelaksana produksi, kedua pihak akan saling berbagi dan melengkapi. Desainer bertugas mengeksplorasi material, desain dan pasar yang didiskusikan bersama artisan untuk dapat memroduksi produk dengan teknis tingkat kesulitan dan kualitas yang disyaratkan dalam serangkaian aktivitas manajemen produksi. Kelak, model kolaborasi ini akan menjadi pembelajaran dan model pengembangan yang dapat diduplikasi dan diterapkan di berbagai tempat.

Melalui jaringan desainer ini Nafka berencana memiliki sebuah design institute yang siap menjadi wahana bertukar pengalaman dan pengetahuan antar desainer maupun artisan, kata Riri.

Prinsip Nafka Design Institute berkonsentrasi pada transformasi informasi dan edukasi bagi desainer dan artisan yang meminati pengembangan produk dengan mengedepankan community development, desain publik dan semangat fair trade.

Nafka memilih mengkhusus dalam pengembangan responsible lifestyle product yang diciptakannya dengan mengajak kalangan desainer dan artisan memaknai istilah design for impact yang menjadi tuntutan dalam kontribusi penciptaan kehidupan sosial, lingkungan dan ekonomi yang lebih baik di negeri ini.

Pameran Wonderground diikuti oleh 17 seniman dan desainer Indonesia yaitu Achmad Sopandi, Almalina dan Roy Nugroho, Aty Budiman, Ayip, Desain 9, DP Arsa, Emma Indrawati, Indah Esjepe, Irwan Ahmett, Fitorio Leksono, Iqbal Rekarupa, Mardiana Ika, Monez, Putu Restiti, Safianto, Tegep Octaviansyah dan Veny Lydiawati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top