Sa`Unine Orchestra Ngamen Tamasya di Batu dan Malang

MALANG: Sa`Unine String Orchestra yang mengusung 45 personilnya melakukan aksi Ngamen Tamasya di Kota Batu dan Kota Malang sebagai bagian dari promo album kedua mereka bertitel `Buaian Sepanjang Masa`.Penampilan Sa`Unine String Orchestra tersebut mampu
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  16:07 WIB

MALANG: Sa`Unine String Orchestra yang mengusung 45 personilnya melakukan aksi Ngamen Tamasya di Kota Batu dan Kota Malang sebagai bagian dari promo album kedua mereka bertitel `Buaian Sepanjang Masa`.Penampilan Sa`Unine String Orchestra tersebut mampu menghipnotis ratusan penonton baik di Alun-Alun Kota Batu pada Rabu (21/9) malam maupun di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB), Kamis (22/9) sore. Bahkan saat tampil di Batu, Walikota Batu Eddy Rumpoko menyempatkan diri secara langsung untuk menonton langsung dari dekat.N. Nuranto, Executive Produser  Sa`Unine String Orchestra, mengakui penampilan Sa`Unine di Kota Batu dan Kota Malang terasa istimewa dan penting. Sekaligus menjadikan penyegaran bagi Sa`Unine.“Kota Batu dan Malang mampu memberikan apresiasi yang bagus kepada Sa`Unine,” kata N. Nuranto di Malang hari ini.Bahkan karya Sa`Unine di album kedua mereka seperti Paris Barantai, Lelo ledhung, Nina Bobo, Timang-Timang, Kara, Kanaya, If Only I Could Turn Back Time, mampu dibawakan dengan apik di bawah konduktor Oni Krisnerwinto.“Sa`Unine didukung personil termuda berusia 17 tahun dan personil tertua berusia 54 tahun.”Sa`Unine, lanjut Nuranto, mengusung berbagai alat gesek seperti violin, viola, cello, contra bass, dan beberapa alat musik lainnya.  Hanya saja, pada album kedua kali ini Sa`Unine didukung solis Sruti Respati. Selain itu di album kedua ini Sa`Unine juga memperkaya khasanah bunyi lewat karya berjudul Kara dan Kanaya.“Dalam album ke dua ini kami juga masih konsen pada karya leluhur bangsa yang sudah lama mulai dilupakan oleh anak-anak jaman sekarang seperti Lelo Ledhung, Nina Bobo, maupun Timang-timan,” tambahnya.Bagi Nuranto, proses berkesenian Sa`Unine masih akan terus berjalan. Sehingga pihaknya tidak terlalu berorientasi pada bisnis semata. Lewat karya-karya mereka, diharapkan masyarakat akan semakin kembali dekat dengan karya luhur budaya bangsa. Maklum karya-karya seperti Lelo Ledhung, Timang-timang, maupun Nina Bono sudah banyak dilupakan.“Dan yang terpenting karya-karya Sa`Unine terus mampu memberikan energi baru ke masyarakat melalui karakter bermusik mereka yang kuat,” jelas dia.(api)          

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top