Benarkah RAMA mencintai SITA?

 
Inria Zulfikar | 06 April 2012 19:58 WIB

 

JAKARTA: Benarkah Rama mencintai Sita? Mengapa Rama meminta Sita untuk membakar diri untuk membuktikan bahwa Sita masih suci?

 

Sita menolak, sebab dia menyadari akan mati terbakar setelah bertahun-tahun diculik Rahwana.

 

Begitulah pentas sendratari berjudul “Flame on You” garapan Eko Supriyanto yang digelar Goethe-Institut Indonesien besok 7 April di GoetheHaus Jakarta.

 

Para penari yang tampil pada pergelaran ini adalah Dorothea Quin, Astri Kusuma Wardani, Wirastuti Susilaningtyas, Putri Pramesti, Danang Pamungkas, Muslimin Bagus, R. Danang Cahyo, Eko Wahyudi dan Jen Shyu.

 

Sementara itu tata musik diolah oleh Jen Shyu dan tata panggung serta cahaya dikerjakan oleh Iskandar K Loedin. Tari “Flame On You” mengambil petikan dari kisah Ramayana.

 

Tata tari “Flame on You” oleh penata tari ternama Eko Supriyanto menunjukkan betapa Rama melupakan cintanya pada Sita dan betapa sisi hewani dalam dirinya dibiarkan menguasai hasratnya.

 

Walaupun Sita menentang kehendak Rama, tak urung dia merasa malu akan dirinya sendiri. Pertentangan sisi manusiawi dan hewani manusia ini membuat kita bertanya-tanya akan makna dari kata “cinta” dan “manusia” di dunia ini.

 

Karya Eko Supriyanto ini diciptakan sebagai bagian dari Pertukaran Penata Tari Asia Tenggara (Southeast Asian Choreographers Exchange) di Kamboja yang terfokus pada kisah Ramayana.

 

Pertunjukan di Jakarta ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia. Pertunjukan selanjutnya akan diselenggarakan di kota Solo.

 

Eko adalah alumnus dan pengajar di ISI Surakarta, Jawa Tengah. Dia bergelar Master of  Fine Arts (MFA) untuk Tari dan Tata Tari dari UCLA, jurusan Seni dan Budaya Dunia (World Arts and Cultures) tahun 2001.

 

Dia mempelajari tarian keraton Jawa serta Pencak Silat sejak berusia tujuh tahun dari kakeknya di Magelang, Jawa Tengah.

 

Berbagai hasil karya Eko telah dipertontonkan di seluruh Indonesia, Amerika Serikat, Asia dan Eropa.

 

PENARI MADONNA

 

Eko adalah salah satu penari utama dalam tur dunia Madonna berjudul Drowned World pada tahun 2001, dan bertindak sebagai konsultan tari untuk tur Los Angeles dan seluruh Amerika Serikat dari pertunjukan Broadway The Lion King.

 

Eko juga menjadi aktor, penari dan penata tari di film Opera Jawa (2006) yang disutradarai oleh Garin Nugroho dan diproduseri oleh Peter Sellars.

 

Dia juga menari dan menjadi penata tari untuk The Iron Bed, juga disutradarai oleh Garin Nugroho pada theatre Spectacle di Zurich, Switzerland (Agustus 2008), dan Festival Tari Indonesia (Oktober 2008) di Jakarta, Indonesia.

 

Sebagai proyek terbarunya, dia tengah menggarap Para-Human, dengan Amrita Performing Arts di Phnom Penh Kamboja untuk pertunjukan di Singapore National Museum pada bulan Juli 2012.

 

Dia juga akan menari untuk Arco Renz’s Caravan Production dalam tur Eropa mereka dari bulan September sampai November 2012. (ea)

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top