PURBALINGGA Gelar Festival Film Sebulan

 
Inria Zulfikar | 11 April 2012 18:27 WIB

 

JAKARTA: Komunitas Pencinta Film (Cinema Lovers Community -CLC) menyelenggarakan  Festival Film Purbalingga 2012 yang digelar selama satu bulan.

 

Program ini merupakan festival tahunan yang ditujukan untuk membangun kultur baru menonton film bagi masyarakat Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya, serta sebagai ruang laboratorium pendidikan dengan film sebagai media penyampai.

 

Festival Film Purbalingga (FFP) yang ada sejak 2007 ini menyuguhkan sekumpulan film pendek dan panjang dalam kemasan program Layar Tanjleb (tancap), Kompetisi Pelajar Banyumas Raya, Non-Kompetisi untuk Nasional, dan Program Khusus.

 

"Salah satu perbedaannya dengan tahun sebelumnya, dalam hal waktu penyelenggaraan. Kami akan menggelar festival ini selama sebulan penuh, mulai 28 April-26 Mei 2012," kata Direktur Komunitas Pencinta Film Purbalingga, Bowo Leksono hari ini.

 

Program unggulan yang ditawarkan berupa Layar Tanjleb keliling desa di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas).Program Layar Tanjleb ini merupakan pemutaran film dengan media layar tancap di suatu area yang mengundang publik luas untuk berpartisipasi.

 

“Materi film yang hendak diputar adalah kompilasi film pendek dan film panjang atau film bioskop,” kata Bowo.

 

Kampanye film pendek pada masyarakat, terutama yang berada di pelosok, menurut Bowo, cukup efektif melalui pergelaran layar tanjleb.

 

 “Kenyataan ini memantabkan kami di festival tahun ini dan rangkaian roadshow kembali digelar. Keterlibatan masyarakat dari kalangan pemuda dimana layar dibentangkan menjadi penting mengantarkan tontonan alternatif ini,” tuturnya.

 

Program Kompetisi masih menjadi program utama dalam menggairahkan dan memajukan para pembuat film pendek pelajar se-Banyumas Raya dengan kategori fiksi dan dokumenter. Bahkan tahun ini diperluas tidak hanya bagi pelajar setingkat SMA tapi juga SMP.

 

Menurut Bowo, Komunitas sudah melakukan berbagai persiapan untuk menjaga semangat para pelajar dalam mendukung kompetisi lokal ini. Workshop dan pendampingan produksi film bahkan dilakukan sepanjang tahun. Karena itu pelajar mampu menjadi basis produksi film pendek di Banyumas Raya.

Manajer Festival Film Purbalingga, Nanki Nirmanto, mengatakan bahwa sebagian besar film yang akan diputar hasil karya film pelajar di wilayah Banyumas Raya. “Dalam diskusi mereka hadir  sebagai narasumbernya,” kata Nanki Nirmanto.

Pada Program Non-Kompetisi, festival yang memasuki tahun keenam ini menerima materi film pendek kategori umum dari berbagai penjuru Nusantara. Program ini akan mengkurasi film-film yang masuk dan juga mengundang film-film milik komunitas atau individu untuk turut menyemarakkan festival.

 

Selain ini ada beberapa program khusus seperti pentas seni, presentasi, diskusi, pameran, dan sebagainya yang merupakan satu rangkaian utuh Festival Film Purbalingga 2012. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top