WABAH PENYAKIT: Waspadai guillain-barre syndrome

 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 13 April 2012  |  21:06 WIB

 

 

JAKARTA: Waspadai penyakit guillain-barre syndrome, dan myasthenia gravis. Gejala klinisnya meliputi kelumpuhan, gangguan sensibilitas, gangguan fungsi otonom, dan kegagalan pernafasan. 

Insiden guillain-barre syndrome (GBS) saat ini berkisar 0,6-1,9 per 100.000 populasi. Angka tersebut hampir sama di semua negara. GBS dapat dialami pada semua usia dan ras. 

"Tapi dominan penyakit GBS menyerang  usia produktif, antara 30-50 tahun. Laki-laki kulit putih sedikit lebih sering mengalaminya," kata Manfaluthy Hakim, Kepala Divisi Neurofisiologi Klinik dan Penyakit Neuromuskular, Departemen Neurologi FKUI- RSCM, Jumat, 13 April 2012. 

Dia menuturkan risiko terberat dari GBS dapat mengancam jiwa, karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita harus menggunakan ventilator, terkena infeksi paru dan sepsis akibat imobilisasi lama. 

Pada periode 2010-2011, katanya, data jumlah penderita GBS di RSCM sebanyak 48 kasus dari berbagai varian. GBS adalah gangguan pada saraf perifer, merupakan penyakit yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari di bidang neurologi. 

Berbagai jenis gangguan saraf tepi diketahui berhubungan dengan berbagai penyebab atau penyakit lain, seperti diabetes, trauma, paparan zat toksik, malnutrisi, efek samping berbagai macam obat, predisposisi genetik (herediter) dan inflamasi akibat infeksi, ataupun gangguan sistem imunologi. 

Manfaluthy mengatakan bahwa GBS merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer, sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris. 

Untuk mendiagnosis penyakit GBS, selain dengan gejala yang timbul dan analisa cairan otak, juga dilakukan pemeriksaan EMG dan kecepatan hantar saraf, dimana akan memberikan informasi pada awal gejala penyakit . 

Mengingat angka penyakit ini cenderung sering ditemukan, katanya, kalangan kedokteran juga perlu meningkatkan kemampuan mendiagnosis dan  tatalaksana pasien GBS, sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran mutakhir.(msb)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rahmayulis Saleh

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top