DUNIA FOTOGRAFI: Levitasi, terbang tanpa sayap

Dunia fotografi tidak sekadar bicara mengabadikan momen dengan indah. Kemajuan teknologi foto maupun peralatan pendukung lain, seperti software pengolah gambar membuat penggemar jeprat-jepret ini kian dimudahkan.Dengan mengoptimalkan peralatan yang ada
Djony Edward
Djony Edward - Bisnis.com 21 April 2012  |  11:11 WIB

Dunia fotografi tidak sekadar bicara mengabadikan momen dengan indah. Kemajuan teknologi foto maupun peralatan pendukung lain, seperti software pengolah gambar membuat penggemar jeprat-jepret ini kian dimudahkan.Dengan mengoptimalkan peralatan yang ada serta sentuhan olah digital, penghobi foto saat ini bisa membuat karya penuh khayalan. Membayangkan bisa melayang di antara keramaian kota atau bergaya foto dengan sapu terbang seperti nenek sihir, kini tengah menjadi tren di kalangan anak muda Ibu Kota.Gaya foto seperti ini dikenal dengan nama levitasi. Penggemar aliran foto jenis ini sudah lumayan banyak. Sebagian diantara mereka tergabung dalam Komunitas Levitasihore yang mulai eksis pada 25 Desember 2011.Salah satu pentolan komunitas ini, Anggun Adi mengatakan levitasihore merupakan wadah bagi penggemar fotografi untuk berkumpul dan saling bertukar pengalaman tentang teknik dan gaya pemotretan foto levitasi."Kami lebih mengutamakan bagaimana bisa saling berbagi tentang cara membuat foto levitasi secara  fun dan nggak serius-serius banget. Itu kenapa, komunitas ini memakai kata hore. Hore identik dengan fun, senang-senang," ujarnya.Lantas, apa sebenarnya fotografi levitasi yang menantang gaya gravitasi ini? Foto levitasi ini awalnya banyak diilhami karya fotografer Jepang, Natsumi Hayashi. Dalam foto levitasi, obyek yang difoto terlihat sedang melayang tanpa beban, meski tak menggunakan bantuan peralatan apapun."Foto levitasi beda dengan foto yang sekadar loncat-loncat. Levitasi didukung dengan kemampuan model berpose melayang sepersekian detik saat dia meloncat dan kemampuan fotografer mengabadikan momen saat meloncat itu," tuturnya.Setiap orang bisa saja menghasilkan foto levitasi. Secara prinsip, foto antigravitasi ini dapat dihasilkan dengan 2 cara. Pertama tanpa editing, ketika seorang model melompat dan membuat pose seolah dirinya tengah terbang melayang.Teknik ini membutuhkan model dengan ekspresi tanpa beban, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar terlihat natural. Selain itu, ciri khas menarik dari levitasi terletak pada asesoris yang dibawa model.Model yang difoto biasanya membawa payung, sapu, alat penyedot debu, koran, dan lainnya, sehingga kesan melayang dengan melakukan aktivitas terlihat nyata. Satu tip membuat foto levitasi yakni menggunakan peniti atau alat penjepit baju lainnya, supaya kostum yang dikenakan terlihat mengembang.Teknik kedua levitasi dapat dihasilkan dengan menggunakan bantuan alat, seperti kursi, bangku, atau meja. Konsepnya, model bergaya di atas alat bantu tersebut, lalu hasil pemotretan dipindah ke software pengolah foto. Cara ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, agar olahan terlihat rapi.Lantas bagi fotografer, levitasi membutuhkan pengambilan gambar yang cepat. Disarankan, memanfaatkan continous shoot saat memotret. "Kecepatan shutter kalau bisa di atas 1/500."Komunitas levitasihore saat ini memiliki anggota tak kurang dari 2.400 orang. Jalinan komunikasi mereka  lebih sering dilakukan melalui jejaring sosial, selain melakukan kegiatan photowalk secara rutin di berbagai tempat.Praktisi fotografi M. Noor Eva berpendapat fotografi levitasi bukan hal baru yang dikenal di dunia fotografi, karena teknik levitasi ini sudah banyak ditemui sebelumnya.Hanya saja, saat ini tren fotografi ini tengah digemari di kalangan generasi muda karena punya karakter yang lebih pas dengan dunia remaja. "Mereka lebih suka menghasilkan foto yang penuh imajinasi. Levitasi termasuk bagian imajinasi, karena kita seolah bisa melayang atau terbang," katanya.Kekuatan levitasi, katanya memang terletak pada model yang dipotret agar mampu menjaga ekspresi seolah tanpa beban. Bisa jadi, foto levitasi ini pun akan menjadi aliran baru di kalangan pecinta fotografi, sama seperti dunia foto mengenal foto inframerah. So, ingin gaya foto melayang tinggi, coba saja berlevitasi. (arief.setiaji@bisnis.co.id) (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top