TIPS SEHAT: Kecanduan video porno bisa rusak otak

JAKARTA: Hati-hati buat Anda yang gemar menonton tayangan porno. Alih-alih bergairah, otak justru terancam disfungsi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 April 2012  |  02:59 WIB

JAKARTA: Hati-hati buat Anda yang gemar menonton tayangan porno. Alih-alih bergairah, otak justru terancam disfungsi.

Hasil temuan neurologis dari University of Groningen Medical Center Belanda Gert Holstege mengungkapkan terlalu banyak menonton video porno dapat mengakibatkan bagian otak yang memproses rangsangan visual tak berfungsi."Jika anda melihat, misalnya, pada layar komputer dan menulis teks maka Anda harus melihat secara spesifik dan hati-hati pada apa yang dikerjakan supaya tidak melakukan kesalahan," kata Holstege seperti dikutip LiveScience.Kegiatan melihat film atau melakukan kerja visual, menurut Holstege, umumnya mengalirkan darah tambahan ke otak.Namun, Holstege mengatakan ketika seseorang sedang melihat tayangan seksual secara eksplisit, tidak dibutuhkan kehati-hatian dan kejelian. "Karena Anda tahu secara tepat apa yang terjadi dan tidak peduli apakah pintu itu berwarna hijau atau kuning," kata HolstegeHolstege mengatakan otak seseorang dapat menjadi cemas atau terangsang atau tidak merasakan apapun ketika melihat film porno, tapi dia tidak merasakan kedua perasaan itu (cemas dan terangsang) sekaligus.Berdasarkan penelitian Holstege, aktivitas di daerah otak yang berhubungan kecemasan menjadi merosot saat seseorang orgasme."Fenomena ini mungkin menjelaskan mengapa perempuan dengan hasrat seksual yang rendah memiliki tingkat kecemasan yang tinggi," kata Holstege.Holstege menambahkan jika seseorang berada dalam situasi yang sangat bahaya, dia tidak mempunyai perasaan seksual."Itu karena Anda harus menyelamatkan diri sendiri, bukan bertahan untuk kelangsungan spesies," kata Holstege. (arh)

 

+ JANGAN LEWATKAN YANG INI:

> Tabrakan Maut di SOLO, SUMBER KENCONO seruduk Isuzu ELF

> CHELSEA Juarai Piala FA, Singkirkan Bebuyutan LIVERPOOL

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Aprika R. Hernanda

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top