Galeri Apik Pamerkan Seni Rupa Kontemporer dan Vintage Stamps

Galeri Apik kembali menggelar pameran koleksi karya seni. Setelah sukses memamerkan ratusan batik, tenun, kebaya kuno yang langka, kini galeri yang berlokasi di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan itu menampilkan pula koleksi vintage stamps (perangko kuno) dikontraskan dengan koleksi seni rupa kontemporer.
M. Taufiqur Rahman | 02 Agustus 2015 00:30 WIB
Tidak hanya perangko asal negeri sendiri, tapi dari berbagai belahan dunia lain. - Instalgram

Bisnis.com, JAKARTA - Galeri Apik kembali menggelar pameran koleksi karya seni. Setelah sukses memamerkan ratusan batik, tenun, kebaya kuno yang langka, kini galeri yang berlokasi di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan itu menampilkan pula koleksi vintage stamps (perangko kuno) dikontraskan dengan koleksi seni rupa kontemporer.

Vintage stamps itu bakal dipamerkan dalam even bertajuk ConTemporary or Temporary: Visual Arts and Vintage Stamps Exhibitions dari 1 Agustus sampai 1 September 2015. Dipamerkan bersama-sama dengan sejumlah lukisan kontemporer karya seniman Indonesia dan China.

Direktur Galeri Apik Rahmat mengatakan usia perangko 52 negara yang dipamerkan mencapai usia 50 tahun. Paling muda buatan 1970. "Perangko seiring waktu pada akhirnya juga bisa bernilai mahal karena keantikan, keunikan, dan nilai sejarahnya, sehingga di berbagai belahan dunia diakui memiliki fungsi investasi seperti halnya lukisan. Sebagian perangko bahkan telah bernilai lebih tinggi daripada lukisan," paparnya di sela-sela pameran, Sabtu (1/8/2015).

Dia menyebutkan tidak hanya perangko asal negeri sendiri, tapi dari berbagai belahan dunia lain, seperti Malaya (saat sebelum berpisah jadi Singapura dan Malaysia), Cekoslavia, Turki, Saudi Arabia, Jerman, Tunisia, Mesir, Belanda, Peru, Hong Kong, Italia, Argentina, Filipina, Meksiko, Thailand, Perancis, Belgia, Finlandia, Uni Sovyet (USSR/CCCP), Jepang, Denmark, Amerika Serikat, Norwegia, Inggris, Australia, Singapura, Spanyol, Senegal, Hungaria, Nigeria, 32. Brasil, Rumania, Ghana, Kuwait, Polandia, Kenya, India, Ekuador, UAE-Sharjah, Switzerland, Cuba, Colombia, Selandia Baru, Mongolia, Korea, Srilanka, Burundi, United Nations (PBB), Papua Nugini, Republik Cabo Verde (ex jajahan Portugis, dekat Yunani), dan Swedia.
[]

Tag : pameran lukisan, pameran seni
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top