Berikut Trik Kurangi Stres Menghadapi Kemacetan

Stres membayangi setiap pengendara, terutama saat terjebak kemacetan panjang
Muhammad Avisena | 02 Januari 2016 18:40 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Stress membayangi setiap pengendara, kemungkinan tersebut semakin besar jika para pengendara terjebak kemaetan lalu lintas, harus mengerem mendadak untuk  menghindari tabrakan, melihat pengemudi lain yang tidak mengikuti aturan, dan harus berurusan dengan parkir yang tidak tertata dengan baik.

Ada sejumlah cara yang bisa digunakan untuk mengurangi tingkat stress tersebut. Ada keuntungan yang dihasilkan dari perasaan relaks ketika berkendara – pengemudi yang tenang cenderung merupakan pengemudi yang lebih aman.

Sementara pengemudi yang stress cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi dalam kecelakaan atau membahayakan orang lain di jalan. Jadi, kencangkan sabuk pengaman dan ikuti beberapa cara ini.

Memulai dengan tenang – kosongkan pikiran dari sejumlah masalah yang ada di kepala sebelum mulai menjalankan kendaraan Anda. Hal tersebut membuat Anda lebih fokus terhadap jalan yang akan anda lalui.  Jangan berkendara ketika Anda lelah atau marah.

Stres atau emosi, entah itu berasal dari mengemudi atau hal yang tidak terkait lainnya, akan berpengaruh terhadap kemampuan Anda berkendara. Ketika Anda ingin menuju satu tempat untuk pertama kali, carilah rute sebelum pergi, dan pastikan cukup waktu untuk mencapai tujuan dengan kecepatan yang aman.

Jika Anda membawa bayi, pastikan Anda membawa barang-barang yang dibutuhkan sebelum memulai perjalanan. Cek posisi duduk, pendingin, dan stereo sesuai yang Anda inginkan sebelum mulai menjalankan kendaraan Anda.

Waspada dan Mengemudi dengan Hati-hati, hal-hal tidak terduga bisa datang kapan saja. Perhatikan pengguna jalan lain yang lebih rentan seperti pesepeda, pejalankaki, atau pengendara motor. Binatang juga bisa tiba-tiba muncul di jalanan.

Jauhi distraksi berkendara yang berbahaya seperti menggunakan telepon seluler, mengirim pesan, dandan, atau makan di balik kemudi. Anda harus benar-benar focus ketika mengemudi.

Sebisa mungkin menjadi pengemudi yang baik – menjaga batas kecepatan, memperhatikan jalan di depan mata, memerhatikan rambu-rambu, menggunakan lampu sen ketika belok. 

Jika Anda tidak pernah ‘suka berkendara’ atau pernah mengalami kecelakaan yang traumatis, cari instruktur yang menawarkan paket “rehabilitasi berkendara” untuk meningkatkan skil dan kepercayaan diri Anda.

Menggunakan Pola Pikir yang Tenang – Kemacetan terjadi, tetapi frustasi karena macet tidak membuat Anda sampai tujuan lebih cepat. Terima kenyataan bahwa di sana ada sejumlah orang  yang tidak selalu memerhatikan atau bertanggung jawab ketika mengemudi. Anda tidak boleh membuat hal itu. Coba untuk berpikir positif, mungkin mereka menghadapi hari yang buruk, atau itu murni kesalahan saja. Mungkin Anda juga pernah melakukan hal yang sama di jalan, setidaknya satu kali.

Jangan Termakan Pikiran Negatif dan Kemarahan – Jangan mengejek, memaki, atau meneriaki pengendara lainnya – bahkan termasuk di dalam hati. Terprovokasi akibat tindakan orang lain di jalan mungkin akan menimbulkan efek negative secara jangka panjang terhadap kesehatan Anda. Mungkin Anda merasa terproteksi di dalam kendaraan, tetapi rasa frustasi dapat merusak pertimbangan Anda dan mengarah kepada keputusan yang tergesa-gesa, terkait konflik verbal dan fisik. Dr. Leon James, co-author buku Road Rage and Aggressive Driving mengatakan, “kemarahan di jalan, pada dasarnya disebabkan karena Anda berada di bawah pengaruh gangguan emosi.”

Labeli dan Lepaskan – Jika Anda tidak bisa selalu mengabaikan pengendara yang ugal-ugalan, coba dengan taktik melabeli mereka “idiot”. Mengetahui bahwa akan selalu ada sebagian orang yang tidak mengemudi seperti menurut Anda seharusnya mereka lakukan, akan membuat Anda dapat menerima itu, dan pikiran Anda akan kembali fokus ke perjalanan, itu lebih penting. Labelling adalah salah satu cara untuk melepaskan emosi.

Coba Cara untuk Mengurangi Ketegangan – Tarik nafas yang dalam jika Anda merasa tegang, atau dengarkan lagu yang menenangkan atau yang bernuansa asik. Dalam perjalanan panjang, ambil istirahat untuk  menguatkan kembali badan dan konsentrasi Anda. Latih teknik pijat Anda di rumah dan praktekan ketika di jalan. Teknik relaksasi tersebut dapat mengurangi stress di badan, sehingga Anda akan merasa lebih baik secara fisik maupun emosi.

Jauhi Pengemudi Agresif – Jauhi jalur pengemudi yang agresif atau menyebalkan, atau biarkan dia lewat. Jangan buat kontak mata – Anda tidak perlu tahu lebih banyak mengenai pengemudi tersebut. Jangan pernah membalas dengan pandangan tidak menyenangkan atau gestur yang kasar. Jika sesama pengendara mulai menunjukan ancaman serius, arahkan kendaraan Anda ke kantor polisi atau ke tempat ramai.

Mengurangi ketegangan dalam perjalanan akan membuat Anda merasa lebih baik dan mengemudi lebih baik. Jika ada  dorongan untuk kembali marah dalam perjalanan, pikirkan mengenai efek jangka panjang yang akan Anda timbulkan, baik ke diri sendiri maupun orang lain. Dengan mengemudi, seperti di banyak bagian dari kehidupan kita, kita memiliki sedikit kontrol atas orang lain atau lingkungan kita. Kekuatan terbesar kita terletak pada bagaimana kita melihat dunia dan mengelola diri kita sendiri.

Sumber : tranbc.ca

Tag : macet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup