Jangan Sepelekan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Kalangan ibu diminta jangan pernah menyepelekan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan window of opportunity.
Atiqa Hanum | 02 Mei 2016 02:03 WIB
Bayi membutuhkan gizi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang - Ilustrasi/kidspot.com.au

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan ibu diminta jangan pernah menyepelekan 1.000 hari pertama kehidupan yang merupakan window of opportunity. Adapun hari pertama dihitung dari anak terbentuk dalam kandungan sang ibu.

Tantangan 1.000 hari pertama kehidupan tidak hanya berdampak pada kesehatan jangka pendek bayi, tetapi juga berdampak panjang hingga dewasa. Hal tersebut memengaruhi risiko penyakit tidak menular di masa mendatang seperti obesitas, stunting, diabetes alergi dan penyakit jantung.

Periode ini merupakan pertumbuhan sang buah hati dengan pesatnya dan berkembang secara signifikan. Tahap pertumbuhan otak, sistem pencernaan dan sistem daya tahan tubuh.

Faktanya proses tumbuh kembang terpesat pada seseorang terjadi pada periode tersebut sehingga nutrisi menjadi sangat penting guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan sejak dalam kandungaan hingga anak berusia 2 tahun.

Konsultan tumbuh kembang anak Ahmad Suryawan menjelaskan 1.000 hari pertama kehidupan tidak hanya untuk perkembangan pencernaan yang sehat saja tetapi juga merupakan masa kritis untuk perkembangan otak anak.

Apabila terdapat gangguan pencernaan pada periode tersebut akan berisiko tinggi berdampak pada pertumbuhan anak dari sisi berat dan tinggi badan, BMI, dan lingkar kepala, maupun perkembangan anak dari sisi penglihatan/pendengaran, motorik, bicara-bahasa, dan personal sosial-emosi.

Anak dengan tumbuh kembang optimal akan menjalani kualitas hidup yang baik termasuk dari sisi perilaku-sosial maupun prestasi akademis. Pada masa ini, pemberian nutrisi yang tepat dapat menyehatkan pencernaan sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal,” tegasnya, Minggu (1/5/2016).

Dia menegaskan serat bermanfaat untuk menjaga konsistensi tinja, pergerakan usus, dan meningkatkan produksi SCFA (short chain fatty acid) sebagai sumber nutrisi sel usus besar dan stimulasi pertumbuhan mikroflora baik, sehingga meningkatkan peran proteksi terhadap infeksi.

Zinc adalah mineral yang berperan dalam proses regenerasi sel mukosa usus. Glutamin sebagai sumber energi untuk saluran cerna, mempertahankan integritas mukosa, dan translokasi bakteri.

Pencernaan sensitif dapat berimplikasi tidak saja berupa gagal tumbuh pada anak, tapi juga berupa gangguan perkembangan emosi, perilaku, dan kecerdasan anak jangka panjang,” ungkapnya.

Hal tersebut, tambahnya, merupakan salah satu implikasi dari hubungan emosional antara anak dengan orang karena peningkatan stress pada anak akibat tidak bisa makan, yang sangat mungkin diperberat dengan adanya dampak ekonomi keluarga akibat kebutuhan tinggi terhadap biaya obatkunjungan berulang ke tenaga medis, serta berkurangnya produktivitas orangtua. Oleh karena itu, pencernaan sensitif memerlukan penanganan yang tepat dan cepat.

Ini sungguh nyata, pasien saya ibunya mengeluhkan kerja otaknya terganggu seperti lambat berbicara sehingga diklaim mengalami disleksia. Setelah ditelusuri ternyata si anak saat masih bayi mengalami diare yang terus menerus, hilang timbul hilang timbul sehingga anak tidak mendapat nutrisi yang harus didapatnya,” terangnya.

Ahmad mengatakan tumbuh kembang anak yang tertinggal tidak mudah mengejar anak yang tumbuh dengan normal tentunya. Anak bisa melakukan mulai dari 6 bulan hingga bertahun-tahun tergantung seberapa parah gangguan yang terjadi padanya saat kecil dulu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, anak, kesehatan anak

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top