Survei: Mayoritas Masyarakat Asia Belum Prioritaskan Proteksi Kesehatan

Tingkat harapan hidup masyarakat saat ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi fakta ini tidak lantas menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mereka saat ini lebih baik.n
Tisyrin Naufalty Tsani | 17 Mei 2016 17:28 WIB
Klinik kesehatan - Ilustrasi/naukawpolsce.pap.pl

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat harapan hidup masyarakat saat ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi fakta ini tidak lantas menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mereka saat ini lebih baik.

Namun, meski kesehatan tetap menjadi masalah yang harus tetap diperhatikan, nyatanya masih banyak masyarakat belum menyiapkan dana kesehatan yang mencukupi. Uniknya, sebagian dari mereka bahkan memiliki kepercayaan bahwa pihak lainlah yang semestinya bertanggung jawab terhadap biaya kesehatannya.

Laporan HSBC terbaru yang berjudul The Power of Protection Confidence in the Futuremengatakan bahwa 66% responden di Asia mengakui bahwa kesehatan adalah kekhawatiran terbesar dalam kehidupan mereka, selain jaminan finansial jangka panjang dan kualitas hidup.

Namun demikian, lebih dari sepertiga atau 33% responden justru mengaku tidak memiliki kesiapan secara finansial jika sesuatu yang tak terduga terjadi dengan kesehatan mereka.

“Sebenarnya ada satu budaya positif dari masyarakat Asia yang bisa menjadi antisipasi, yaitu kebiasaan menabung secara tradisional,” tulis siaran pers yang dikutip, Selasa (17/5/2016).

Sebanyak 57% dari orang Asia berpikiran bahwa pihak lainlah yang harus bertanggung jawab untuk biaya kesehatan mereka. Pihak lain yang dimaksud adalah negara/pemerintah sebanyak 22%, perusahaan tempat bekerja 18%, dan anggota keluarga yang lain 17%.

Khusus untuk masyarakat di China, sebanyak 71% dari mereka cenderung berpikir bahwa orang lain harus bertanggung jawab atas penyediaan dana bagi kesehatan pribadi, sementara 35% mengharapkan pendanaan dari negara.

Dengan hanya mengandalkan rencana perlindungan yang ditawarkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja atau mengharapkan dana bantuan dari pemerintah, masyarakat di kawasan ini memiliki kerentanan finansial.

Sebab, yang mereka peroleh dari perusahaan ataupun negara biasanya hanya mencakup kebutuhan umum dan dengan tingkat proteksi yang rendah. Artinya, kemungkinan besar mereka tidak memperoleh perawatan medis yang memadai dan efektif sebagaimana yang mereka butuhkan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top