Ajarkan Anak Mengenal Silaturahmi Tak Hanya Saat Lebaran

Tidak terasa Ramadan akan segera usai, dan Idulfitri pun sudah di ambang pintu. Selain mudik, tradisi lain yang sangat mengakar di Tanah Air saat lebaran adalah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ke rumah kerabat atau keluarga besar.
Wike Dita Herlinda | 02 Juli 2016 15:26 WIB
Pemudik rela bersusah payah kembali ke kampung halaman agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga di kampung. - Antara/Asep Fathulrahman

Tidak terasa Ramadan akan segera usai, dan Idulfitri pun sudah di ambang pintu. Selain mudik, tradisi lain yang sangat mengakar di Tanah Air saat lebaran adalah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ke rumah kerabat atau keluarga besar.

Acara silaturahmi saat Idulfitri menjadi sebuah momentum pemersatu dan penghangat hubungan di dalam keluarga. Sebab, pada kesempatan tersebut kita kerap dipertemukan dengan sanak saudara yang sudah sangat lama tidak dijumai.

Pada acara silaturahmi, seringkali seseorang banyak bertemu dengan anggota keluarga baru. Tidak jarang, banyak wajah baru yang tidak dikenal atau mungkin terlupakan. Apalagi, jika Anda termasuk orang yang sangat jarang berpartisipasi dalam acara ‘kumpul keluarga’.

Untuk itulah, penting bagi Anda agar memelihara dan melanggengkan tali silaturahmi, tidak hanya saat hari raya saja. Terlebih jika Anda memiliki anak. Ada baiknya Anda mendidik anak untuk mengenal keluarga besar sejak dini, bukan pada saat momentum lebaran saja.

Permasalahannya, saat ini semakin banyak keluarga urban yang tertelan kesibukan dan seolah tidak punya waktu untuk berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat. Para orang tua yang sibuk pada akhirnya lupa mengajarkan anak-anak mereka untuk mengenal siapa keluarganya.

Padahal, sebuah penelitian dari Iran University of Science and Technology mengungkapkan bahwa silaturahmi rutin membawa manfaat positif bagi psikologis seseorang. Silaturahmi dengan sanak saudara diyakini dapat meringankan beban hidup seseorang. Bagaimana bisa?

Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia Ratih Zulhaqqi menjelaskan pada dasarnya keluarga merupakan tempat utama dan pertama di mana setiap orang mulai mempelajari tentang apapun.   

Keluarga juga yang akan menjadi tempat tujuan kembali saat seseorang menemui jalan terjal dalam hidupnya. Itulah sebabnya, menjaga hubungan baik dengan keluarga sangatlah krusial. Tidak hanya itu, hubungan baik itu harus mulai dipupuk sejak usia dini.

Menurutnya, itulah pentingnya mengajarkan silaturahmi pada anak-anak tidak hanya pada saat momentum hari raya saja. Anak-anak harus mengenal apa prinsip dan nilai atauvalue hidup yang berkembang di tengah keluarga besarnya.

Dia mengatakan semakin seseorang jauh dari keluarganya, semakin dia kesulitan menerapkan nilai-nilai keluarga yang penting di dalam hidupnya. Selain itu, relasi antarindividu di dalam keluarga juga praktis akan merenggang, dan tidak menutup kemungkinan bisa terputus.

Mengajarkan anak untuk bersilaturahmi juga baik bagi tumbuh kembang psikologisnya. Anak yang lebih dekat dengan keluarganya cenderung lebih stabil dalam proses tumbuh kembangnya. Sebab, dia akan menerima kasih sayang yang lebih berlimpah dari keluarganya.

“Keluarga adalah sumber suplai kasih sayang. Jadi, semakin sedikit keluarga yang dikenal anak, pasti asupan kasih sayangnya pun akan semakin minim. Hal tersebut pada akhirnya akan memengaruhi keseimbangannya secara psikologis,” tutur Ratih.

Setidaknya, ajarkan anak-anak untuk mengenal dekat siapa paman, bibi, sepupu, nenek, dan kakeknya. Tujuannya adalah agar mereka mendapat tempat ‘berlindung’ yang utuh jika suatu saat mereka menghadapi problematika.

Sementara itu, psikolog klinis Kasandra Putranto mengatakan kebiasaan bersilaturahmi pada saat Idulfitri secara ironis mulai tergeser dengan budaya saling bertukar ucapan melalui media sosial atau pesan di ponsel pintar.

Dia menilai sebenarnya keberadaan teknologi tersebut berdampak positif karena dapat mendekatkan saudara-saudara yang jauh dan belum tentu berkesempatan untuk kumpul keluarga saat hari besar.

Namun, di sisi lain, kebanyakan orang saat ini merasa sudah cukup puas hanya dengan berkirim ucapan melalui pesan singkat. Padahal, hal tersebut justru akan semakin melemahkan interaksi sosial di dalam sebuah keluarga.

“Lemahnya interaksi sosial tersebut akan membuat seseorang lupa memberikan kehangatan dan cinta,” ujarnya.

Nah, sebentar lagi Idulfitri tiba. Ada baiknya Anda mengambil momentum refleksi tentang bagaimana selama ini Anda menjalin hubungan dengan keluarga. Sudahkah Anda mendidik buah hati Anda untuk mengenal keluarganya dengan baik?

Jika masih terdapat kerenggangan atau ketidakharmonisan di dalam keluarga, ini adalah saat yang tepat untuk merekatkannya kembali. Namun, jangan berpikir hal tersebut hanya bisa dilakukan saat hari raya. Mulailah pelihara tali silaturahmi setiap saat, setiap waktu.  

Tag : lebaran
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top