Bangkit!, Cerita Ketegangan Banjir di Jakarta

Suasana menegangkan melawan bencana tergambar jelas dalam sebuah film Indonesia terbaru yanb berjudul Bangkit!
Tisyrin Naufalty Tsani | 19 Agustus 2016 13:03 WIB
Ilustrasi film -

Bisnis.com, JAKARTA--Suasana menegangkan melawan bencana tergambar jelas dalam sebuah film Indonesia terbaru berjudul Bangkit!. Film yang tayang mulai 28 Juli 2016 ini mengangkat kisah tentang banjir yang mengancam Jakarta hingga berpotensi menenggelamkan kota.

Agak berbeda dengan genre film-film Indonesia biasanya, Bangkit! hadir dengan genre action-disaster dan memaksimalkan penggunaan efek canggih untuk menghasilkan gambar senyata mungkin.

Setidaknya ada 1.357 shoot yang memanfaatkan penggunaan Computer Generated Imaginery alias CGI. Karena itu, pembuatan film ini disebut-sebut sebagai langkah pertama memanfaatkan CGI dengan jumlah terbanyak untuk film Indonesia.

Berkat CGI, situasi kritis dan bahaya semakin kental terasa sepanjang fillm yang berdurasi 3 menit 51 detik tersebut. Cerita mengalir dari para tokoh yang merupakan anggota Tim Search And Rescue (SAR) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Film memperlihatkan perjuangan mereka menyelamatkan masyarakat dari bencana.

Menurut VFX & CGI Supervisor Bangkit! Raiyan Laksamana, memoles film Bangkit! menggunakan CGI memakan waktu setidaknya empat bulan, dengan tingkat kesulitan yang belum pernah ada di film Indonesia sebelumnya.

Pria yang sudah menggeluti bidang tersebut selama 15 tahun ini mengatakan, sejauh ini Bangkit! memang tergolong sebagai film Indonesia yang menggunakan CGI dalam jumlah terbanyak.

Selama menggarapnya, dia mengaku hampir setiap adegan tergolong sulit mengingat set dibuat minimalis. Misalnya adegan sebuah basement yang terendam, set hanya berupa perahu dan air, sementara suasana basement harus ditegaskan menggunakan CGI.

Contoh lain ada pada adegan beberapa orang tengah berada di atap rumah karena berlindung dari banjir. Set yang ada hanya berupa tempat berpijak, sisanya yaitu suasana kota yang banjir harus tercipta dengan bantuan CGI.

Dengan berbagai tantangan yang ada, dia mengaku banyak mendapatkan ilmu baru yang dapat bermanfaat untuk diterapkan pada film-film selanjutnya. “Banyak yang belum sempurna, tetapi ini adalah next step untuk film berikutnya,” katanya.

Proses pembuatan Bangkit! terbilang cukup lama. Sutradara Bangkit! Rako Prijanto mengaku menghabiskan waktu dua tahun untuk film tersebut termasuk untuk riset. Dia merasa tertantang menyakinkan pihak lainnya bahwa Indonesia pun mampu membuat film action-disaster.

Menurutnya, film tersebut dapat menjadi acuan bagi sineas Indonesia, mendorong mereka keluar dari zona nyaman dan bereksperimen dalam jenis film lain yang belum tereksplorasi. “Semoga Indonesia memiliki genre film yang lebih luas lagi,” katanya.

Dia juga berharap Bangkit! menjadi dorongan bagi tumbuhnya penggunaan teknologi-teknologi film lainnya untuk mewujudkan gagasan dan mimpi tanpa batas.

Rako menjelaskan, untuk memperkuat adegan banjir, mereka membuat water tank berukuran 200x100 meter berisi air yang diberi efek ombak dan jalur khusus untuk kamera sehingga menghasilkan gambar konstan.

Bangkit! menampilkan para bintang yang tak asing lagi di dunia perfilman Indonesia yaitu Vino G. Bastian, Acha Septriasa, dan Deva Mahenra. Ada pula nama-nama lain yaitu Putri Ayudya, Ferry Salim, Donny Damara, Yasamin Jasem, Adriyan Bima, dan Yayu Unru.

Bagi Vino G. Bastian, Bangkit! memberikan dia kesempatan untuk keluar dari zona nyaman, karena harus menampilkan karakter dan fisik yang kuat dari seorang anggota Tim SAR. Dia sempat menjalani berbagai latihan, mulai dari free dive, hingga latihan tentang prosedur penyelamatan.

Sedangkan Acha Septriasa yang berperan sebagai seorang dokter, harus berlatih dengan dokter muda dari Palang Merah Indonesia (PMI). Dia mengaku harus menjalani masa syuting yang cukup lama untuk film Bangkit!. “Saya dapat porsi syuting 57 hari,” katanya.

Bangkit! diharapkan akan menginspirasi masyarakat Indonesia akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Kata bangkit pun dapat merefleksikan tekad kuat dari para tokoh dalam film atau betapa kuatnya solidaritas masyarakat untuk menyelesaikan masalah bersama.

Film Bangkit! juga menjadi menu baru untuk penonton Indonesia karena menghadirkan sajian dengan rasa yang berbeda.

 

Tag : film indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top