Aprofi Sambut Baik MoU dengan Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan asosiasi-asoasiasi dan komunitas ekonomi kreatif beberapa waktu lalu.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 17 April 2017  |  21:00 WIB
Aprofi Sambut Baik MoU dengan Bekraf
Logo Badan Ekonomi Kreatif. - Bisnis

 Bisnis.com, JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf  menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah asosiasi dan komunitas ekonomi kreatif  beberapa waktu lalu. 

Penandatanganan ini sebagai pertanda bahwa Bekraf akan terus menjalin kerja sama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Di antara sepuluh sektor kreatif, sektor film diwakili oleh Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia, Fauzan Zidni. 

Fauzan mengatakan, jika Aprofi menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman yang akan berlaku selama tiga tahun tersebut. Bekraf sejak berdiri telah menjadi salah satu mitra paling penting dan strategis bagi Aprofi.

“Biasanya kan MoU [Memorandum of Understanding] dulu baru kerja bareng. Yang kemarin ditandatangani, semua sudah sering kerja bareng sama Bekraf,” tutur Fauzan, Senin (17/4/2017).                        

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan tersebut, Aprofi bersama Bekraf akan fokus menjalin kerja sama pada peningkatan kapasitas industri perfilman, program antipembajakan, riset kebijakan dan data.

“Kami ada dua program capacity building tahun ini, untuk anti pembajakan kan juga sudah jalan satgas anti pembajakan dari Bekraf,” lanjut Fauzan. 

Hal yang benar-benar baru yang akan dilakukan Aprofi bersama Bekraf adalah melakukan dua riset pada  tahun ini. Pertama, soal dampak pembajakan film terhadap industri perfilman domestik dan riset keputusan penonton untuk membeli film.

“Ada beberapa penelitian yang industri film butuhkan, itu akan difasilitasi Bekraf. Itu karena kita tak bisa mengerjakannya sendiri,” katanya.

Untuk riset ini, Fauzan mengatakan akan melibatkan lembaga riset profesional. Sementara Aprofi hanya bersifat mendampingi saja.                          

Selain Aprofi, ada sembilan asosiasi lainnya yang juga menandatangani dan memberikan paraf  di MoU, yaitu Asosiasi Bandung Music Council (BMC), Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Cimahi Creative Association (CCA), Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJJI) dan Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung atau dikenal dengan nama Bandung Creative City Forum (BCCF). 

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top