Seniman Tintin Wulia Tampilkan Proyek Tunggal di Venice Art Biennale ke-57

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengirimkan salah satu karya terbaik putra bangsa dalam pameran seni kontemporer tertua di dunia, La Biennale di Venezia atau Venice Art Biennale ke-57 yang akan berlangsung pada 13 Mei hingga 26 November 2017 di Venesia, Italia.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 28 April 2017  |  15:56 WIB
Seniman Tintin Wulia Tampilkan Proyek Tunggal di Venice Art Biennale ke-57
Salah satu karya Tintin Wulia - youtube

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengirimkan salah satu karya terbaik putra bangsa dalam pameran seni kontemporer tertua di dunia, La Biennale di Venezia atau Venice Art Biennale ke-57.

Pameran tersebut akan berlangsung pada 13 Mei hingga 26 November 2017 di Venesia, Italia.

Paviliun Indonesia akan menampilkan proyek tunggal Tintin Wulia bertajuk 1001 Martian Homes.

“Dukungan Bekraf ini ingin menampilkan wajah Indonesia lebih kontemporer,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik seperti yang dilansir dalam situs resmi Bekraf.

Indonesia akan menempati paviliun seluas 70 meter persegi di venue Arsenale.

Selain itu karya Tintin akan berada di dua lokasi yang saling berinteraksi yaitu Venesia dan Jakarta, sekaligus menjadi karya pertama dalam sejarah Venice Art Biennale yang menghubungkan dua negara.

Para pengunjung di kedua lokasi dapat berinteraksi dengan objek seni, layar dan kamera yang saling terhubung secara digital. Dengan kehadiran tiga pasang karya di dua tempat sekaligus, keikutsertaan Indonesia di La Biennale di Venezia dapat dinikmati publik tanah air secara luas.

Tintin Wulia merupakan seniman Indonesia yang dikenal di berbagai pameran internasional dengan karya-karya video dan instalasinya.

Seniman kelahiran Bali ini akan mengusung 1001 Martian Homes yang berbicara tentang ruang dan waktu.

“Diharapkan dapat mengangkat globalisasi yang mampu menunjukkan adanya kesamaan meskipun berasal dari masa yang berbeda,” ujar Tintin.

Paviliun Indonesia terwujud karena dukungan berbagai pihak di antaranya kurator, tim komisioner, direktur artistik, kurator dan seniman.

Tim komisioner terdiri dari Ricky Joseph Pesik (Ketua); Melani W. Setiawan (Anggota); Amelia Wirjono (Anggota); dan Diaz Parzada (Anggota).

Selanjutnya, Muhammad Enin Supriyanto (Direktur Artistik), Agung Hujatnika (Kurator), dan Tintin Wulia (Seniman).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni rupa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top