KONSER ARIANA GRANDE DIBOM : Orangtua Cemaskan Anak Gadisnya

Para orang tua dan kerabat yang supercemas tumpah ruah ke media sosial untuk mencari anak-anak kesayangannya setelah sebuah ledakan dahsyat merenggut paling sedikit 19 nyawa pada sebuah konser musik penyanyi pop Ariana Grande.
Newswire | 23 Mei 2017 12:54 WIB
Kepanikan melanda penonton konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin (22/5/2017) malam. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Para orang tua dan kerabat yang supercemas tumpah ruah ke media sosial untuk mencari anak-anak kesayangannya setelah sebuah ledakan dahsyat merenggut paling sedikit 19 nyawa pada sebuah konser musik penyanyi pop Ariana Grande.

Mereka membanji medsos dengan foto anak-anak kesayangan mereka yang dalam foto terlihat ceria, sembari memohon bantuan informasi apa pun mengenai buah hati mereka.

"Siapa saja tolonglah sebarkan ini, adik saya Emma berada di konser Ari (Ariana Grande) malam ini di #Manchester dan dia tidak menjawab panggilan telepon saya, tolonglah saya," tulis seorang pengguna medsos memposting pesan yang dibarengi dengan sebuah foto seorang remaja putri berambut pirang dengan bunga terselip pada rambutnya.

Seorang pengguna Twitter lainnya bernama Erin:P meminta orang-orang untuk menolong dia menemukan adiknya, "Dia mengenak sweatshirt pink da blue jeans. Nama dia Whitney."

Ledakan menimpa serambi Manchester Arena ketika ribuan anak muda dan orang tua antri keluar gedung setelah menonton konser penyanyi pop AS yang punya basis penggemar remaja putri itu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menggolongkan insiden itu sebagai serangan teroris, sedangkan Grande sendiri memposting pesan di Twitter: "Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya mohon maaf. Saya tak bisa berkata-kata."

Charlotte Campbell memposting foto anak perempuannya, Olivia, yang juga mengenakan bunga pada rambutnya, memposting pesan, "Adakah yang melihat putri saya Olivia Campbell."

Sementara itu, para sopir taksi dan warga kota Manchester menawarkan diro mengantarkan siapa pun yang ingin meninggalkan kota itu, tanpa menarik bayaran sepeser pun. Sedangkan tagar #RoomForManchester digunakan untuk menawarkan kamar gratis kepada siapa pun yang terjebak di kota itu.

"Saya sepuluh menit dari pusat kota Manchester dan bisa memberikan tumpangan kepada siapa pun atau dari mana pun. Yang butuh bantuan, tolong huubungi saya, #roomformanchester," tulis seorang pengguna Twitter bernam Danny Hutch.

Di luar itu semua tagar "#PrayForManchester" menyebar di jagat maya, demikian Reuters.

Sumber : Antara

Tag : bom
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top