Seniman Indonesia Ramaikan Pameran di Jepang

Sejumlah seniman Indonesia, Heri Dono, Agan Harahap, Indieguerillas, Angki Purbandono berpartisipasi pada pameran bertajuk Traces of the Future: Contemporary Art from Southeast Asia di Shinjuku-ku Tokyo, pada 21 Juni hingga 15 Juni mendatang.
Dika Irawan | 22 Juni 2017 08:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah seniman Indonesia, Heri Dono, Agan Harahap, Indieguerillas, Angki Purbandono berpartisipasi pada pameran bertajuk Traces of the Future: Contemporary Art from Southeast Asia di Shinjuku-ku Tokyo, pada 21 Juni hingga 15 Juni mendatang.

Digelar oleh Mizuma Art Gallery, pameran tersebut dikuratori oleh Hermanto Soerjanto. Selain seniman Indonesia, pameran itu juga dimeriahkan oleh seniman dari Filipina Mark Justiniani dan Roberto Zhao Renhui, seniman asal Singapura.

Dikutip dari @mizumagallery, Rabu (21/6/2017), pameran ini merupakan penampilan perdana seniman Agan Harahap di Jepang.

Pemilik nama lengkap Yohanes Paganda Halasan Harahap itu sendiri dikenal lewat karya-karya fotografinya yang manipulatif. Karya tersebut menghasilkan kombinasi antara satir dan parodi di kehidupan sosial. Lantaran keunikannya tersebut karya-karya Agan pun kerap mewarnai sosial media.

Sementara itu nama Heri Dono sudah tak diragukan lagi dalam jagat seni rupa Indonesia. Bahkan nama Heri Dono cukup dikenal di kalangan seni rupa internasional. Sejak 1990, Heri telah mengikuti berbagai residensi baik di dalam maupun luar negeri seperti Swiss, Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Adapun Indieguerillas merupakan nama untuk duo seniman dari Jogjakarta. Mereka adalah Santi Ariestyowanti dan Dyamtiko ‘Miko’ Bawono. Keduanya merupakan alumni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Selain dikenal karena ketertarikan pada cerita rakyat, Indieguerillas juga dikenal karena kemampuan mereka dalam menciptakan efek visual dan eksperimen antar media dalam karya-karyanya.

Lahir pada 24 September 1971, Angki Purbandono pertama kali mengikuti pameran pada 1997 di Jogjakarta. Gaya yang diterapkan Angki pada karyanya tergolong jarang di Inonesia yaitu scanography. Dia meletakan objek yang hendak diambil citranya menggunakan scanner.

Tag : pameran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top