Mengapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran?

Hari Raya Idulfitri identik dengan ketupat. Mengapa?
Asteria Desi Kartika Sari | 27 Juni 2017 12:16 WIB
Pedagang menata cangkang ketupat untuk dijual di pasar tradisional Lhokseumawe, Aceh, Jumat (23/6). Memasuki H-1 Lebaran, tingginya permintaan membuat harga cangkang ketupat dari bahan daun kelapa naik Rp8000 per 10 cangkang dari harga sebelumnya Rp5000 per 10 cangkang. ANTARA FOTO - Rahmad

Bisnis.com, YOGYAKARTA -- Hari Raya Idulfitri identik dengan ketupat. Mengapa?

Konon, Sunan Kalijaga adalah orang pertama kali yang memperkenalkan ketupada kepada masyarakat jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran. Apa artinya ketupat?

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau Kupat  merupakan kependekan dari 'ngaku lepat dan laku papat.'

'Ngaku lepat' artinya mengakui kesalahan, 'Laku papat' artinya empat tindakan. Tradisi sungkeman menjadi implementasi 'ngaku lepat'

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orangtua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain. 'Laku papat' bermakna lebaran, luberan,leburan,dan laburan.

Pertama, lebaran sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.

Kedua, luberan artinya meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah.

Ketiga, leburan, sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Keempat, laburan artinya berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Kenapa mesti dibungkus janur? Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " artinya celah datang cahaya. Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hatimanusia. Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibela, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki. Kenapa?

Karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).

 

Tag : Ramadan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top