Peneliti Indonesia Diminta Lakukan Riset Penyebab Sejumlah Kasus Penyakit

Demi pembangunan kesehatan untuk kepentingan masa depan, peneliti di Indonesia dipandang perlu melakukan riset atas sejumlah penyebab kasus penyakit.
Newswire | 22 November 2017 11:15 WIB
Nila Moeloek - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Demi pembangunan kesehatan untuk kepentingan masa depan, peneliti di Indonesia dipandang perlu melakukan riset atas sejumlah penyebab kasus penyakit.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada para peneliti di Indonesia untuk melakukan riset yang mengkaji penyebab sejumlah kasus penyakit secara spesifik.

Nila dalam sambutannya pada acara peluncuran buku "Health and Economic Costs of Tobacco in Indonesia" di Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (22/11/2017), menyampaikan agar ada riset dari peneliti Indonesia yang bisa mengungkapkan penyebab dari kasus-kasus penyakit yang ada, khususnya yang berkaitan dengan rokok, secara spesifik.

Nila mencontohkan negara Rusia dengan penderita turbekulosis terbanyak di dunia melakukan riset untuk mengetahui penyebab TB tersebut.

"Di Rusia terbanyak TB, mereka mengkaji, ternyata karena di sana banyak peminum dan perokok. Barangkali di Indonesia bisa juga seperti itu. Kita bisa lihat, dampak merokok itu luar biasa di Indonesia, dan masalah rokok bukan masalah ringan," ucap Nila.

Nila berharap penelitian bisa mengungkapkan kenapa di Indonesia banyak terjadi kasus kardiovaskuler. Dia menginginkan penelitian dilakukan dengan data berasal dari masyarakat Indonesia untuk mengetahui kondisi kesehatan penduduk.

Nila menilai buku yang ditulis para peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan lebih banyak mengambil data dan literatur dari luar negeri.

"Saya melihat tidak ada satu penelitian dari orang Indonesia. Ini review dari literatur asing semua. Kalau kita mau mencari impact rokok di Indonesia, saya harapkan mencari apa yang terjadi di masyarakat Indonesia," tuturnya.

Menkes tidak menampik bahwa dampak rokok tidak hanya buruk bagi kesehatan melainkan juga menyebabkan dampak ekonomi dan dari sektor lainnya.

Sumber : Antara

Tag : kesehatan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top