PENARIKAN ALBOTHYL, Praktisi: Jika Penggunaannya Tepat, Polycresulen Bantu Atasi Sariawan

Polycresulen sangat bermanfaat untuk perawatan lesi atau ulcer tertentu di rongga mulut. Lesi atau ulcer oleh awam disebut sariawan.
Newswire | 22 Februari 2018 09:51 WIB
Albothyl - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bila digunakan secara tepat, polycresulen yang terdapat pada Albothyl bermanfaat untuk mengatasi sariawan.

Demikian menurut praktisi kedokteran gigi drg Rahma Indira Wardani tentang manfaat polycresulen, salah satu kandungan yang menyebabkan Albothyl ditarik dari peredaran.

"Polycresulen sangat bermanfaat untuk perawatan lesi atau ulcer tertentu di rongga mulut. Lesi atau ulcer oleh awam disebut sariawan," kata Rahma yang dihubungi di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Namun, pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, mengatakan tidak semua lesi atau ulcer bisa sembuh secara cepat menggunakan polycresulen, tergantung dari penyebab luka di rongga mulut tersebut.

Cara kerja policresulen adalah membakar permukaan ulcer agar mengeras dan membentengi jaringan yang luka di bawahnya dari gesekan makanan saat mengunyah maupun gigi yang berhadapan langsung dengan ulcer.

"Dengan demikian rasa sakit berkurang dan penyembuhan jaringan luka di bawahnya menjadi relatif lebih cepat karena terlindungi dengan adanya lapisan keras tersebut," tuturnya.

Namun, untuk mendapatkan lapisan "benteng" dari polycresulen seringkali tidak terwujud karena dipergunakan tanpa pengawasan dan instruksi yang jelas dari tenaga medis yang berwenang.

Untuk ulcer di mulut, penderita seharusnya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi karena tidak semua ulcer bisa diobati dengan polycresulen.

"Misalnya ulcer karena HIV akan timbul terus karena terjadi autoimmune yang diderita. Justru penggunaan polycresulen sembarangan akan memperparah luka," kata dia.

Rahma mengatakan yang terjadi terhadap polycresulen sehingga menyebabkan Albothyl ditarik dari peredaran adalah fenomena gunung es.

"Hal itu karena sosialisasi, pengawasan, dan evaluasi penggunaan polycresulen masih kurang," tuturnya.

Sumber : Antara

Tag : kesehatan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top