Pertama Kali, Indonesia Ikut Pameran Furniture Terbesar di Austria

KBRI/PTRI Wina bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI menggandeng lima perusahaan furniture Indonesia terkemuka dan salah satu distributor produk Indonesia di Austria untuk pertama kalinya berpartisipasi pada pameran furniture terbesar di Austria, Wohnen & Interieur, yang berlangsung di Wina, 10-18 Maret 2018.
Andhina Wulandari | 13 Maret 2018 18:50 WIB
Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmasjah Djumala, saat membuka stan Indonesia di Pameran Wohnen & Interieur, Sabtu (10/3 - 2018).Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, WINA – KBRI/PTRI Wina bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI menggandeng lima perusahaan furniture Indonesia terkemuka dan salah satu distributor produk Indonesia di Austria untuk pertama kalinya berpartisipasi pada pameran furniture terbesar di Austria, Wohnen & Interieur, yang berlangsung di Wina, 10-18 Maret 2018.

Lima perusahaan asal Indonesia yang turut serta dalam acara ini, yaitu Aninda Furniture, Andatu Jati Arjuna, Arezou Furniture, Dollar Furniture, dan KitaTimba.

“Furniture Indonesia tidak saja memiliki kualitas tinggi, desain unik, dan ramah lingkungan, tetapi sudah layak bersaing di pasar Eropa,” ujar Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmasjah Djumala, saat membuka stan Indonesia, Sabtu (10/3/2018).

Pembukaan juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Furniture Austria KommR Dr. Georg Emprechtinger, CEO Reed Messe Benedikt Binder Krieglstein, dan Anggota Dewan Kota Wina Tanka Graf.

“Dalam konteks perdagangan internasional furniture Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan adanya kesepakatan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) antara Indonesia dan Uni Eropa yang mengizinkan kayu Indonesia masuk ke Uni Eropa tanpa harus melewati tes fit and proper yang dapat menghemat waktu dan biaya,” kata Djumala.

Tentunya proses tanpa uji tuntas ini akan menambah daya saing produksi dan menjadi keunggulan produk kayu Indonesia dibandingkan negara lain.

Djumala menambahkan bahwa dengan pemberlakuan kesepakatan kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa sejak 15 November 2016, diharapkan pengusaha kayu Indonesia dapat memanfaat semaksimal mungkin kesepakatan ini untuk meningkatkan ekspor produk kayu Indonesia ke Eropa, khususnya Austria.

Dari segi perdagangan, khususnya produk furniture dan produk olahan kayu, ekspor Indonesia ke Austria mencapai nilai US$7,5 juta dengan volume sebanyak mencapai 2.000 ton. Jenis dan bentuk furniture Indonesia yang masuk pasar Austria antara lain lemari-lemari kayu, hiasan/pajangan rumah, meja dan kursi kayu untuk indoor dan outdoor.

Pameran “Wohnen & Interieur” merupakan salah satu pameran furniture dan interior design terbesar di Austria, dengan konsep business-to-customer, yang diikuti oleh lebih dari 750 eksibitor dari negara-negara Eropa (antara lain Austria, Jerman, Belanda, Italia, Swiss, Belgia, Hungaria, dan Ceko) dan dikunjungi oleh lebih dari 80.000 pengunjung.

Tag : furniture, austria
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top