Perempuan di Industri Perfilman Diharapkan Semakin Banyak

Para perempuan di seluruh dunia baru saja merayakan hari mereka yang jatuh pada 8 Maret lalu. Berbagai harapan muncul agar perempuan dapat berperan lebih nantinya. Salah satunya harapan dari perempuan-perempuan pengusaha di bidang ekonomi kreatif.
Dika Irawan | 14 Maret 2018 07:18 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA- Para perempuan di seluruh dunia baru saja merayakan hari mereka yang jatuh pada 8 Maret lalu. Berbagai harapan muncul agar perempuan dapat berperan lebih nantinya. Salah satunya harapan dari perempuan-perempuan pengusaha di bidang ekonomi kreatif.

Produser Film Chanex Ridhall Pictures Rosa Rai Djalal berharap ke depan akan makin banyak kaum hawa yang terjun di industri hiburan ini. Dia tak menampik bahwa film hingga sekarang merupakan industri yang dikenal sebagai industri laki-laki karena mulai dari juru kamera, sutradara hingga produser rata-rata dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan perempuan tidak banyak yang terlibat di dalamnya. Artinya, perempuan harus mengambil peran di sektor ini.

“Jam kerjanya memang tidak seperti kantoran tetapi itulah tantangannya bekerja di sektor film,” ujarnya, Selasa (3/13/2018).

Istri mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal ini menginginkan di industri perfilman Tanah Air nantinya, perempuan tidak hanya memilih peran sebagai artis tetapi juga masuk pada peran lain seperti sutradara, penulis skenario, juru kamera, dan produser. Dengan begitu, industri film akan semakin bewarna oleh kehadiran pelaku-pelaku perempuan ini.

“Saya mengajak perempuan Indonesia untuk mencoba dan terus belajar. Bukan berarti membatasi diri tetapi mencoba hal baru. Saya yakin [jika hal itu dilakukan] maka ke depan akan banyak muncul perempuan-perempuan di sektor perfilman,” tuturnya.

Selain itu, pendiri Women For The World Foundation ini juga percaya perempuan saat ini multi tasking, mereka bisa membagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan. “Kami juga berharap kesempatan itu diimbangi dengan pemerataan income bagi pelaku film perempuan,” tuturnya.

Dalam tataran yang lebih luas, Rosa menilai perempuan Indonesia di era milenial kini sudah sangat maju tidak terjebak pada pakem-pakem lama. Di mana gerak perempuan hanya terbatas pada mengurus rumah tangga. Sebaliknya mereka mulai banyak berkecimpung di bidang informasi dan teknologi (IT).

“Saya ingin mengajak mereka untuk melek teknologi karena zamannya sudah canggih. Jangan ketinggalan, perempuan harus melangkah di era sekarang,” ujarnya.

Rosa meyakini perempuan-perempuan Indonesia di zaman digital ini dapat mandiri secara ekonomi tanpa mengganggu peran utamanya sebagai seorang ibu. Jika mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Misalnya, di sela-sela mengurus rumah tangga, mereka bisa menjalankan bisnis secara daring. Dengan demikian tak ada kata putus asa karena peluangnya sangat terbuka.

“Perempuan Indonesia dan global sekarang adalah agen perubahan.”

Tag : film
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top