KPAI: FIlm-film Anak Dibutuhkan

Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Film-film nasional dianggap belum berpihak pada anak.
Dika Irawan | 31 Maret 2018 07:35 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA – Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pasalnya, film-film nasional dianggap belum berpihak pada anak.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, film menjadi hiburan menarik bagi masyarakat dan anak Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap film sangat terlihat. Namun, ujarnya film dengan penonton terbanyak, umumnya film-film bernuansa dewasa dan remaja.

Menurut catatannya pada 2016, terdapat 32 judul film dengan penonton 9,6 juta. Pada 2017, ada 27 judul dengan penonton 15,3 juta. Pada 2017, terdapat 15 film domestik terlaris, diantaranya Pengabdi Setan, Ayat-ayat Cinta, Surga Yang tak dirindukan dan lain2.

“Seiring dengan maraknya kasus-kasus pelanggaran anak di berbagai sektor, perlu inovasi karya-karya film yang memberikan edukasi kepada publik. Misalnya pencegahan perundungan, kekerasan, pornografi, kejahatan seksual, dan penyalahgunaan narkoba” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/3/2018).

Susanto menambahkan ekspektasi publik terhadap kehadiran film ini cukup tinggi. Satu sisi menghibur, di sisi lain bermuatan edukasi perlindungan anak. Apalagi usia anak cukup besar, diperkirakan 87 juta. Kerentanan anak menjadi korban dari karya-karya film bermuatan negatif cukup tinggi dan potensi anak menjadi pelaku dari pengaruh menonton film juga cukup besar.

“Hal ini tantangan, sekaligus peluang bagi para pegiat dan industri perfilman. Maka, kepada semua pihak, baik artis, pegiat film, korporasi yg bergerak di dunia pefilman berharap Hari Perfilman Nasional 2018 ini, menjadi momentum untuk mewujudkan film ramah anak,” tuturnya.

Tag : film
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top