Gaya Kuliner Kekinian

Apa yang dicari jika Anda sedang lapar? Bergantung sekali, zaman dahulu kalau lapar kita akan cari makanan murah. Ternyata, lama-lama enak juga perlu. Nah, buat teman-teman yang lagi pengin membuka usaha kuliner, boleh belajar gaya bisnis kuliner kekinian.
Tom MC Ifle, Director & The Head Coach PT Aubade Makmur | 23 April 2018 20:07 WIB
Tom Mc Ifle - jibi

Apa yang dicari jika Anda sedang lapar? Bergantung sekali, zaman dahulu kalau lapar kita akan cari makanan murah. Ternyata, lama-lama enak juga perlu. Nah, buat teman-teman yang lagi pengin membuka usaha kuliner, boleh belajar gaya bisnis kuliner kekinian.

Menariknya, ada lima gaya usaha kuliner 2018 yang lagi booming dan digemari. Kelima usaha kuliner tersebut nantinya bisa Anda coba kembangkan sendiri.

Rupanya gaya ini adalah sebuah strategi yang bisa diadopsi secara luas di dunia kuliner. Mari kita simak satu persatu.

Gaya kawin alias kombinasi

Pernah makan perkawinan antara Brownies dan martabak? Brownies adalah kue tradisional Amerika yang manis. Konon asal mula brownies adalah diceritakan seorang pemuda pengusaha kue yang mengalami krisis keuangan dan hampir membuat usahanya gulung tikar. Dia punya seorang karyawan yang masih temannya sendiri yang setiap pagi akan menjualkan kue-kue buatannya.

Pada suatu hari dengan modal terakhir yang dia miliki, pemuda pengusaha kue tersebut membeli bahan-bahan untuk membuat kue cokelat. Ternyata kue tidak mengembang dan gagal total. Keesokan paginya majikannya tanpa memperhatikan kue ini menjual ke pasar dan ternyata laku keras. Karena dipikir ini adalah resep baru sang pemuda, padahal ini adalah kue bolu cokelat yang "gagal". Karena tidak ada nama dan warnanya kecokelatan maka disebutlkan Brown-ie.

Rupanya mengawinkan Brownies dan Martabak sempat booming di daerah Depok ini ternyata bisa menjadi salah satu ide usaha kuliner Anda yang berniat memulai usaha di bidang makanan. Apalagi cara membuat brownies martabak pun bisa dibilang cukup mudah. Resepnya masih sama seperti resep brownies kukus pada umumnya. Hanya saja Anda perlu mengubah teknik memasaknya. Adonan brownies nantinya dikukus menggunakan cetakan martabak.

Agar hasil brownies martabak yang Anda buat lebih menarik dan tampak unik, Anda bisa menambahkan aneka topping. Bisa dengan menggunakan gula, keju, lelehan cokelat sampai meses. Soal rasa, jangan ditanya lagi. Rasanya benar-benar nendang berkat tekstur brownies yang halus dan basah, serta topping yang pas.

Gaya emosionil

Yang namanya keripik biasanya pilihan rasanya terdiri dari asin, manis, dan pedas manis. Namun, bagaimana jika pilihan rasanya hanya ada pedas saja? Inilah yang dinamakan Keripik Galak. Resep rahasia dari Kota Jember tersebut kini semakin berkembang dari yang awalnya hanya sebuah usaha home industry.

Mengapa namanya Keripik Galak? Anda mungkin penasaran dengan nama tersebut? Nama yang diberikan sangat sesuai untuk menggambarkan rasa keripiknya. Jadi Keripik Galak sengaja dibuat pedas dengan bumbu pedas manis yang levelnya ada tiga macam, yaitu level biasa, medium, dan hot. Bagi pencinta pedas, camilan ini tentunya menjadi berkah tersendiri karena rasanya yang sangat pedas tetapi tetap nikmat. Nah, Anda yang ingin memulai usaha kuliner bisa mencontoh ide usaha yang satu ini untuk menjaring pembeli.

Gaya sakit perut

Selain keripik Galak, ada lagi usaha kuliner 2018 yang sedang digandrungi. Masih di Kota Jember, Jawa Timur, Anda yang suka makan pedas bisa mencoba yang namanya Mie Kober. Sama dengan Keripik Galak, Mie Kober menawarkan sensasi makan mie pedas dengan tingkat kepedasan sesuai dengan permintaan. Bahkan, ada yang sengaja meminta dibuatkan mie dengan tingkat kepedasan 20 cabai. Bisa dibayangkan bagaimana pedasnya.

Mie Kober sebenarnya merupakan usaha keluarga. Penampakannya hampir sama dengan mie pangsit pada umumnya. Hanya saja, di dalamnya akan ditambahkan sambal dengan tingkat kepedasan sesuai dengan request pelanggan. Cukup menarik bukan ide kuliner yang ditawarkan?

Gaya terbalik

Setelah melirik gaya strategi kuliner yang sedang booming di Jember, kini kita beralih ke Kota Gandrung Banyuwangi. Di kota yang letaknya di ujung timur Pulau Jawa ini Anda bisa menikmati Pia Glenmore. Penampakannya mirip dengan pia yang sering ditemui di Yogyakarta. Namun, pia Glenmore menawarkan pia bertekstur lembut dengan beragam pilihan rasa atau isi. Ada yang rasa ayam, pisang, kacang ijo, dan lain lain. Terbukti dengan adanya pilihan rasa, pia Glenmore selalu laris manis diserbu pembeli. Bedanya, jika pia biasanya basah, pia Glenmore crunchy sekali.

Nah, ide terbalik juga digunakan oleh Brownies Kukus Amanda. Biasa brownies dipanggang, tetapi ternyata dikukus juga nikmat sekali. Ide usaha kuliner selanjutnya yang bisa anda coba adalah berjualan brownies kukus Amanda. Dengan mengandalkan kebesaran nama brownies Amanda, Anda sebenarnya sudah bisa meraih keuntungan. Selanjutnya, tinggal cara Anda mengelolanya. Semoga berhasil ya, Anda dengan usaha kulinernya.

Ikuti gaya kuliner yang booming ini dengan modifikasi sentuhan Anda pribadi. Saya yakin kreativitas tidak ada habisnya jika Anda mau mencoba. Salam pencerahan!

Tag : kuliner
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top