Ini Sebabnya Mengapa Obat Antikanker Lebih Efektif Digunakan Malam Hari

Sel kanker ternyata muncul pada malam hari. Sewaktu kita tidur, mereka tumbuh dan menyebar dengan cepat.
JIBI | 26 April 2018 09:45 WIB
Sel kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sel kanker ternyata muncul pada malam hari. Sewaktu kita tidur, mereka tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Fakta baru tentang tumor itu diungkap oleh para peneliti dari Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel. Temuan mengejutkan yang dipublikasikan dalam Nature Communications itu menunjukkan bahwa malam hari merupakan waktu terbaik bagi kanker untuk tumbuh dan menyebar dalam tubuh.

Temuan ini dapat berguna untuk mengetahui waktu pemberian obat yang tepat untuk meningkatkan efisiensi pengobatan kanker.

Mattia Lauriola dari Departemen Biologi dan Eytan Domany dari Departemen Fisika Kompleks menemukan fakta tersebut saat menyelidiki hubungan antara jaringan reseptor yang kompleks dalam sel tubuh. Reseptor mengantarkan pesan biokimia yang diteruskan ke bagian interior sel. Kegiatan tersebut sangat aktif pada malam hari.

"Kami melihat dua reseptor tertentu," ujar keduanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Science Daily.

Reseptor pertama adalah epidermal growth fasters receptor (EGF). Reseptor ini mampu mendorong pertumbuhan dan migrasi sel, termasuk sel-sel kanker. Reseptor kedua adalah hormon steroid bernama glukokortikoid (GC).

GC berperan dalam mempengaruhi tingkat energi tubuh dan proses metabolisme. Hormon ini sering disebut hormon stres lantaran jumlahnya meningkat drastis saat tubuh mengalami stres.

Melalui beberapa reseptor, sel menerima berbagai macam pesan sekaligus, termasuk pesan yang diprioritaskan. Dalam percobaan, Lauriola dan Yarden menemukan bahwa migrasi sel-yang didorong oleh EGF-tertekan saat bertemu dengan reseptor GC.

Peneliti memeriksa aktivitas ini pada tikus. Mereka menemukan adanya perbedaan yang signifikan: reseptor EGF jauh lebih aktif selama waktu tidur ketimbang saat tubuh melakukan aktivitas.

Pemakaian Obat Malam Hari

Lantas, bagaimana hubungan temuan tersebut dengan kanker, terutama dari reseptor EGF? Para peneliti memberikan Lapatinib, generasi vaksin kanker terbaru. Vaksin ini biasa digunakan untuk mengobati kanker payudara dan dirancang untuk menghambat EGF.

Dalam percobaan, para peneliti memberi tikus obat ini dalam waktu yang berbeda. Hasilnya, pengamatan menunjukkan perbedaan ukuran kadar sel kanker yang signifikan pada berbagai kelompok tikus, sesuai dengan waktu pemberian obat.

Temuan ini menunjukkan bahwa memang naik-turunnya level steroid GC selama 24 jam dapat menghambat atau malah mengaktifkan sel kanker.

Kesimpulannya, kata para peneliti, pemberian obat anti-kanker jauh lebih efisien pada malam hari.

"Perawatan kanker sering dilakukan pada siang hari, saat tubuh pasien dapat menekan sel kanker dengan sendirinya," ujar Yarden.

"Apa yang kami usulkan bukan pengobatan, melainkan jadwal pemberian obat untuk mengefektifkan penyembuhan."

Sumber : Tempo

Tag : kanker
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top