Perlukah Tinggalkan Pasangan yang Tidak Kompeten Secara Finansial?

Ketika Anda merasa suka pada seseorang, tetapi meragukan kemampuan finansialnya? Apakah menolaknya adalah langkah yang benar?
Nindya Aldila | 29 Juni 2018 01:01 WIB
Ilustrasi - Naturalsignificance

Bisnis.com JAKARTA -- Ketika Anda merasa suka pada seseorang, tetapi meragukan kemampuan finansialnya? Apakah menolaknya adalah langkah yang benar?

Mungkin saja pendapatan orang tersebut lebih dari cukup. Namun, yang harus menjadi perhatian adalah ketika mereka memiliki kebiasaan buruk dalam menata finansialnya.

Mungkin mereka boros atau terlalu gila investasi atau mereka cuek terhadap rencana masa depannya sehingga tidak punya cukup tabungan.

Sementara di hati, Anda yakin bahwa Amda ingin menikah dengan orang yang Anda cintai, bukan karena materinya.

Dikutip dari The Balance, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pasangan yang sudah mulai masuk ke jenjang yang lebih serius.

Pertama, lihat kemampuan pasangan Anda dalam mengatur keuangannya. Apakah mereka orang yang menabung paling tidak 30% dari pendapatannya.

Apakah mereka orang yang menyiapkan dana cair di tabungan mereka untuk 6 bulan ke depan sebagai dana darurat. Atau apakah mereka hanya orang yang tidak peduli dengan tabungan pensiun.

Percayalah, indikator tersebut menunjukkan karakter kemmapuan seseorang dalam mengatur keuangannya.

Kedua, survey menunjukkan bahwa finansial adalah faktor penting yang membentuk pernikahan. Menurut laporan CNBC, keuangan adalah penyebab utama stres dalam hubungan jangka panjang, dengan 35% responden mengatakan bahwa uang adalah sumber utama konflik dalam hubungan mereka.

Masalah ini tampaknya menjadi lebih buruk ketika pasangan semakin tua, dengan 44% responden antara usia 44 hingga 54 menyatakan bahwa uang adalah penyebab terbesar konflik dalam hubungan mereka.

Ketiga, cari solusi dengan membentuk hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat mensyaratkan bahwa kedua orang berbagi nilai, visi, dan kebiasaan yang sama tidak hanya soal pengeluaran dan tabungan, tetapi juga cara berinvestasi.

Namun jangan khawatir. Anda dan pasangan Anda tidak perlu berdebat masalah yang terlalu rumit.

Yang paling penting adalah visi umum Anda tentang bagaimana Anda mengelola keuangan Anda dapat sejalan dengannya.

Tidak apa-apa jika satu orang agak boros, sementara yang lain bersandar ke arah berhemat. Tidak apa-apa jika satu orang berinvestasi sedikit lebih agresif, sementara yang lain lebih terkendali.

Selama Anda berdua memiliki sinyal yang sama, ada kemungkinan besar Anda akan berhasil.

Bahkan, hubungan Anda bahkan bisa menjadi lebih kaya karenanya.

Tag : pasangan, gaya hidup
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top