1.000 Karya Seni Akan Dipamerkan di Art Jakarta 2018

Art Jakarta, platform seni terkemuka di Indonesia, menandai 10 tahun perjalanannya dalam Art Jakarta 2018.
Mia Chitra Dinisari | 12 Juli 2018 20:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Art Jakarta, platform seni terkemuka di Indonesia, menandai 10 tahun perjalanannya dalam Art Jakarta 2018.

Dalam perhelatan satu dekade itu,  Art Jakarta akan menampilkan dimensi baru seni Indonesia dan kolaborasi dengan pelaku seni lokal maupun internasional melalui pameran seni di mall, creative art performance, special project, creative art talk, dan kelas workshop seni.

Art Jakarta akan diselenggarakan pada tanggal 2-5 Agustus 2018 mendatang di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta.

Tahun ini,  Art Jakarta akan diikuti oleh lebih dari 300 seniman dari 51 galeri dengan sekitar 1.000 karya seni dipamerkan. 

Gil Schneider, Fair Consultant Art Jakarta, mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun yang istimewa karena Art Jakarta merayakan 10 tahun perjalanannya mengadakan pameran berkelas dunia di Jakarta. Tahun ini melalui tema ‘Celebrating the First Decade of ART JAKARTA, akan ada beragam konsep dan program yang menarik di Art Jakarta 2018.

Highlightnya adalah ’10 for 10’ yaitu 10 instalasi dengan konsep museum show untuk 10 tahun Art Jakarta dari seniman terkemuka Kemal Ezedine, Yani Mariani, Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Uji ‘Hahan’ Handoko, Cinanti Astria Johansyah, Eddy Susanto, Heri Dono, dan Theresia Agustina Sitompul (Tere). Selain itu, akan ada special performance dari flying balloons puppet dan beragam program menarik seperti Japan Art Now, Art Gram, Creative Art Class by Ganara Art Space di setiap harinya, dan masih banyak lagi."

Berbagai karya dan penampilan seni di Art Jakarta dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dengan beragam karakteristik. Ada yang mencari karya seni untuk dekor rumah, meningkatkan strata sosial agar dikategorikan lebih tinggi, namun ada pula para penikmat seni yang memiliki hobi mengoleksi karya seni seperti halnya mengoleksi perhiasan atau mobil mewah.

Ria Lirungan, Deputy Head of Committee Art Jakarta, mengungkapkan tahun ini telah mencapai satu dekade. Art Jakarta mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni dan pecinta seni dalam sebuah ajang seni kelas dunia. Art Jakarta memiliki beberapa misi, antara lain sebagai wadah edukasi, mengembangkan komunitas art, dan menjadikan Art Jakarta sebagai platform untuk seniman-seniman muda potensial.

Dia menjelaskan oertumbuhan industri seni dan minat masyarakat Indonesia terhadap karya seni kian meningkat dengan tingginya angka pengunjung baik dari para penikmat seni pemula hingga para kolektor di berbagai acara terkait seni, terutama di Art Jakarta. Art Jakarta telah menjadi acara tahunan yang dinanti banyak pihak, baik pelaku seni maupun penikmat seni.

"Sebagai gambaran, Art Jakarta 2017 lalu telah sukses menarik minat lebih dari 47.000 pengunjung dan karya seni yang terjual mencapai 80%. Di tahun istimewa kali ini, Art Jakarta 2018 akan hadir dengan berbagai pengembangan, inovasi dan program-program pilihan,” ujar Ria Lirungan.

Paramitha Soedarjo, Head of Committee Art Jakarta, mengatakan, sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2009 oleh Majalah Harper's Bazaar Indonesia, acara ini terus berkembang menjadi festival seni rupa terbesar di Indonesia, yang diakui baik di tanah air maupun di dunia seni rupa internasional.

Sejalan dengan semangat untuk mengembangkan dan mempersembahkan pameran yang berstandar tinggi, Art Jakarta kembali berkolaborasi dengan Gil Schneider sebagai Fair Consultant untuk kedua kalinya. Pengalaman panjang di dunia art fair internasional tentu akan memberi nilai tambah yang signifikan untuk Art Jakarta.

Dedy Koswara, Deputy Head of Committee Art Jakarta, menjelaskan, karya seni dapat bernilai tinggi karena memiliki sisi ekonomis yang cenderung bertambah seiring berjalannya waktu. Selain bernilai ekonomis, karya seni juga merupakan investasi pendidikan berupa menanamkan nilai positif pada generasi muda seperti apresiasi terhadap kreativitas, keindahan, perpaduan warna, atau kecintaan terhadap alam. Namun, memilih karya seni sebagai sumber investasi di Indonesia masih memiliki tantangan karena minimnya pemahaman sejarah seni dan harga yang tidak ada batasan.

Di sinilah peran kurator, pemilik galeri, kritikus, hingga pengamat seni sangat penting dalam penentuan nilai suatu karya seni dan Art Jakarta menjadi salah satu platform yang mampu menghadirkan semua pihak tersebut untuk meningkatkan apresiasi dan nilai terhadap suatu karya seni.”

Dedy Koswara menambahkan, untuk dapat menikmati karya seni di Art Jakarta 2018 secara maksimal,  disarankan pengunjung untuk mengikuti tips-tips seperti menitipkan barang bawaan, memperhatikan garis pembatas dan tidak menyentuh karya seni, batasi mengambil foto dan tidak menggunakan flash, selalu mengawasi jika membawa anak kecil, hargai pengunjung lain yang sedang mengantri menikmati seni, dan jangan lupa membeli suvenir resmi Art Jakarta 2018 sebagai kenang-kenangan.

Untuk bisa masuk dalam pameran ini akan dikenakan HTM Rp 50.000,- jadwal pameran di Hari Jumat 3 Agustus 2018 pukul 12.00- 22.00, Sabtu 4 Agustus 2018 pukul 10.00 – 22.00, dan Minggu 5 Agustus 2018 pukul 10.00 – 21.00.

“Kami berharap dengan hadirnya Art Jakarta di tahun ke-10nya ini dapat meningkatkan apresiasi dan minat terhadap karya seni,” tutup Ria Lirungan.

Tag : pameran seni
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top