Ternyata, Aliran Politik Jadi Pendorong Pembelian Barang Mewah

Ternyata, aliansi atau kesetiaan politik memiliki peran penting dalam mendorong seseorang untuk memutuskan membeli barang-barang mewah.
Saeno | 23 Juli 2018 18:43 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Gaya hidup dan pola belanja selintas tak hubungannya dengan aliran politik seseorang.

Namun ternyata, aliansi atau kesetiaan politik memiliki peran penting dalam mendorong seseorang untuk memutuskan membeli barang-barang mewah.

Hal itu terbuktikan dalam penelitian empiris terbaru yang dilakukan David Dubois, Associate Professor of Marketing di INSEAD, Jeehye Christine Kim dari Hong Kong UST Business School dan Brian Park dari J. Mack Robinson College of Business di Georgia State University.


Penelitian mereka menunjukkan bahwa pembeli dari kelompok aliran politik konservatif jauh lebih mungkin membeli barang-barang mewah dibandingkan mereka yang beraliran liberal.

Motif untuk mempertahankan status sosial menjadi faktor pembeda di antara kelompok beraliran konservatif dengan kelompok libertarian.

Penelitian untuk menemukan hubungan awal antara keinginan untuk membeli barang mewah dan konservatisme politik dilakukan para peneliti itu di Amerika Serikat. Mereka mulai dengan memeriksa data survei dari 21.999 pembelian mobil di 51 negara bagian AS antara Oktober 2011 dan September 2012.

Dubois menyebutkan soal adalah kecenderungan dari kaum konservatif untuk melestarikan tatanan sosial-ekonomi dan keengganan untuk berubah dalam hirarki sosial.

“Ini dapat memengaruhi permintaan produk mewah yang diposisikan sebagai memiliki kemampuan untuk mempertahankan status seseorang serta membuat kelompok konservatif lebih sensitif terhadap kemewahan pada saat terjadi perubahan di lingkungan yang lebih luas (misalnya, perubahan sosial),” ujar Dubois seperti ditulis dalam keterangan resmi INSEAD, diterima Senin (23/7/2018)..

Diprakarsai di INSEAD, Dubois dan rekan-rekannya melakukan penelitian untuk menemukan hubungan kausal antara pola pembelian barang mewah dan kecenderungan politik.
Penelitian didasarkan pada pemahaman mendasar bahwa sese orang membeli barang mewah untuk memberi sinyal soal status mereka.

Pesan moral dari penelitian itu adalah orang membutuhkan status sinyal untuk salah satu dari dua alasan penting berikut: mempertahankan posisi sosial mereka di hadapan orang lain, atau demi meningkatkan status sosial mereka.

Dubois, bersama Kim dan Park, keduanya mantan INSEAD PhD, berhipotesis dan menemukan bahwa ketika motif mempertahankan status sosial menonjol, kaum konservatif menginginkan barang-barang mewah lebih dari kaum liberal.

"Ini karena kaum konservatif - tetapi tidak liberal - cenderung melihat barang-barang ini sebagai sarana untuk memperkuat stabilitas posisi mereka," kata Kim.

"Ini juga menunjukkan bahwa keinginan kubu konservatif yang lebih besar untuk barang mewah berasal dari dorongan yang kuat untuk mempertahankan status sosial mereka," tambah Dubois.

Tag : politik, gaya hidup
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top