Jemaah Haji Waspadai Heat Stroke, Ini Ciri-cirinya

Salah satu risiko dari panasnya suhu di Arab Saudi adalah serangan penyakit heat stroke atau strok karena kepanasan. Barangkali istilah tersebut memang masih asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia.
Dewi Andriani | 31 Juli 2018 15:47 WIB
Sejumlah warga melepas kepergian anggota keluarganya yang akan menunaikan ibadah haji di alun-alun Serang, Banten, Rabu (18/7/2018). Sebanyak 430 orang calon haji asal Serang yang tergabung dalam Kloter 6 diberangkatkan menuju Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. - Antara/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Ancaman suhu tinggi bakal mewaranai musim haji tahun ini, dengan perkiraan suhu maksimum bisa mencapai 53 derajat celcius. Suhu sepanas itu tentu bisa mengancam kesehatan jemaah haji asal Indonesia.

Salah satu risiko dari panasnya suhu di Arab Saudi adalah serangan penyakit heat stroke atau strok karena kepanasan. Barangkali istilah tersebut memang masih asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia.

Apa sebetulnya heat stroke? Dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial mengatakan heat stroke merupakan suatu keadaan ketika tubuh terpapar suhu yang sangat panas di luar batas toleransi suhu tubuh manusia dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dalam kondisi yang sangat panas tersebut, mekanisme alami tubuh manusia untuk mendinginkan suhu tidak berhasil sehingga dapat mengalami dehidrasi. Heat stroke ini meyerang fungsi otak. Siapapun yang terserang akan mengalami kerusakan fungsi otak dan jika parah akan mengalami kerusakan fungsi organ lainnya.

“Kalau panasnya di luar tinggi, akan menyebabkan dehidrasi dan pengurangan cairan yang banyak. Dehidrasi tersebut akan mengganggu elektrolit pasien sehingga bisa menyebabkannya tidak sadar kalau kekurangan cairan atau yang bisa disebut heat stroke,” ujarnya.

Heat stroke ini memang dapat menyerang siapa saja. Tetapi para jamaah dengan usia lanjut apalagi memiliki riwayat penyakit kronis akan lebih berisiko terserang heat stroke.

“Dalam kondisi tersebut biasanya jantung akan bekerja lebih cepat, dan tekanan darah akan naik yang bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis akan kambuh kembali,” tuturnya.

Menurut Ari, ciri-ciri penderita heat stroke adalah:

  • Merasa sangat kehausan karena dehidrasi atau suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat celcius.
  • Dalam suhu yang tinggi tersebut, penderita biasanya akan sulit mengeluarkan keringat sehingga bisa menyebabkan kulit memerah di beberapa bagian tubuh. Kulit tersebut akan terasa panas dan kering.
  • Penderita juga akan merasa mual atau muntah-muntah serta kepala terasa pusing yang bisa menyebabkannya pingsan atau tidak sadarkan diri.

“Terutama menyerang para orang tua. Oleh karena itu, dalam kondisi begini harus selalu menjaga kesehatan. Tubuh harus terus dibasahi dengan membawa handuk basah dan penyemprot wajah, banyak minum putih sehingga tubuh akan merasa dingin terus.”