Pasien Stroke Ternyata Tetap Butuh Asupan Garam

Asupan garam yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi pasien stroke karena memicu stroke berulang. Namun, bukan berarti pasien stroke harus menghindari mengonsumsi zat ini, karena bila kekurangan, justru bisa berakibat fatal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2018  |  10:32 WIB
Pasien Stroke Ternyata Tetap Butuh Asupan Garam
Ilustrasi - Healthmeup

Bisnis.com, JAKARTA - Asupan garam yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi pasien stroke karena memicu stroke berulang.

Namun, bukan berarti pasien stroke harus menghindari mengonsumsi zat ini, karena bila kekurangan, justru bisa berakibat fatal.

"Yang sering terjadi pada pasien stroke karena terlalu takut mengonsumsi garam, menyebabkan kekurangan garam. Ini tidak baik karena justru menyebabkan serangan stroke berulang, karena kekurangan jumlah darah yang dibutuhkan. Airnya malah keluar jadi sel-sel, jadi bengkak dan terjadi kematian sel," ujar spesialis saraf yang berfokus juga pada kasus stroke dari RSCM, dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S di Jakarta belum lama ini.

Jumlah asupan garam yang cukup menjadi rekomendasi para ahli kesehatan demi menjaga tekanan darah tetap normal dan cukup sampai ke otak.

"Kalau zat-zat yang dibutuhkan kurang artinya kalau sudah stroke kita butuh pertumbuhan sel-sel baru, butuh perbaikan, itu membutuhkan nutrisi dan aliran darah yang cukup," kata Amanda.

Poin utama dalam pembatasan asupan garam dalam makanan tidak menyediakan garam tambahan di meja. "Masak seperti biasa tetapi tidak disediakan garam tambahan. Kalau jumlah garam dikurangi, takutnya malah kekurangan, akibatnya enggak bagus. Kami suka mendapatkan pasien kekurangan kesadaran ternyata bukan karena stroke berulang, tetapi karena kurang natrium," pungkas Amanda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stroke

Sumber : antara

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top