Ini Syarat Film Horor Laku di Pasaran

Membuat film horor berkualitas adalah syarat wajib untuk saat ini. Hal itu diakui oleh pemilik rumah produksi Star Vision Plus Chand Parwez Servia.
Asteria Desi Kartika Sari | 29 Agustus 2018 13:17 WIB
Film "Kafir: Bersekutu dengan Setan" - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA—Membuat film horor berkualitas adalah syarat wajib untuk saat ini. Hal itu diakui oleh pemilik rumah produksi Star Vision Plus Chand Parwez Servia. Menurutnya, fenomena film horor ini tak hanya melanda di Indonesia saja, tetapi dunia.

“Sebenarnya, orang senang membuat film horor karena biaya produksinya murah. Namun, buat saya, film horor akan hancur jika tidak dibuat dengan kualitas yang baik,” tegas Chand kepada Bisnis,  Rabu (29/8/2018).

Ditilik dari rekam jejaknya, genre ini menjadi penyelamat saat industri film sempat mati suri pada era 1980-an. Setelah industri film kembali bergeliat, layar lebar di Tanah Air dibanjiri banyak film bergenre horor. Banyak film horor berbujet rendah dan dibuat asal-asalan tetap laku di pasaran.

Menurutnya, tanpa kehadiran film Kafir dan Pengabdi Setan, film horor bakal ditinggalkan oleh penonton. Chand menjelaskan, dana yang dibutuhkan saat memproduksi film Kafir sangat fantastis yakni mencapai US$1 juta.

“Kafir itu film horor termahal yang pernah dibikin di Indonesia. Saya rugi, tetapi saya dapat membantu mengangkat genre film horor terus naik di industri perfilman,” katanya

Pengamat film Yan Wijaya menegaskan, film horor selalu potensial dari sisi ekonomi. Namun, kembali lagi, kuncinya adalah membuatnya secara berkualitas.

“Supaya berkualitas perlu bujet produksi yang tinggi jangan hanya standar seperti Rp2,5 miliar. Film yang baik akan menyedot dana besar di atas Rp5 miliar.”

Bujet itu untuk membiayai penggunaan teknologi modern seperti computer generated imagery (CGI). Menurutnya, pencinta film horor tengah menanti film horor Suzzana yang disutradarai oleh Anggy Umbara. Semua aspek yang dibutuhkan untuk memproduksi film berkualitas.

Tag : film
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top