Transformasi Digital di Rumah Sakit Tingkatkan Ketepatan Diagnostik Sebesar 10%

GE Healthcare dan RS Premier Bintaro hari ini merilis hasil studi independen mengenai penerapan teknologi digital yang dilakukan di Departemen Radiologi RS Premier Bintaro.
Mia Chitra Dinisari | 06 September 2018 16:30 WIB
Dialog transformasi digital di RS - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - GE Healthcare dan RS Premier Bintaro hari ini merilis hasil studi independen mengenai penerapan teknologi digital yang dilakukan di Departemen Radiologi RS Premier Bintaro.

Studi ini mengungkapkan bahwa rumah sakit dapat melakukan penghematan biaya sebesar 31% per pemeriksaan pasien, terutama karena semakin berkurangnya penggunaan film rontgen, mempersingkat waktu tunggu pasien hingga 38% berkat efisiensi alur kerja, dan meningkatkan ketepatan diagnostik sebesar 10% dari kualitas gambar dan pengukuran radiologis yang lebih baik.

Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Spesialis Radiology Pusat (PDSRI), Dr. Vonny N. Tubagus, Sp Rad (K) mengatakan, seiring dengan bertambahnya penyakit kronis dan populasi lansia di era yang modern ini, radiologi memiliki peran yang penting dalam memastikan pasien mendapatkan perawatan medis yang tepat.

"Oleh karenanya, menjadi sangat penting bagi ahli radiologi dan dokter untuk mendapatkan gambar dan laporan radiologi yang akurat dan komprehensif, sebagai upaya untuk memastikan penanganan pasien yang lebih akurat dan cepat. Menerapkan teknologi digital cerdas, seperti GE Healthcare CentricityTM Universal Viewer 100 Edition, akan membantu para ahli radiologi dan dokter dalam memberikan diagnosis dan membuat keputusan yang lebih akurat dan efisien.” katanya. 

RS Premier Bintaro merupakan salah satu rumah sakit terkemuka di Asia Tenggara yang telah menerapkan teknologi ini dalam kegiatan operasional setiap harinya.

VP Business Development and IT Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia, Wildan Djohany mengatakan, untuk mengatasi meningkatnya jumlah pasien serta kompleksitas penyakit, mereka memutuskan untuk menerapkan solusi CentricityTM dari GE Healthcare pada tahun 2016. Sejak pertama kali diterapkan, mereka melihat CentricityTM sebagai alat medis yang hemat biaya untuk menyimpan data diagnosis dan memiliki interface yang terhubung dengan sistem rekam medis elektronik rumah sakit.

"Hal ini sangat memudahkan para tenaga kesehatan dalam pengambilan gambar dan meningkatkan komunikasi antara dokter dan ahli radiologi melalui platform terintegrasi.”ujarnya dalam siaran persnya. 

GE CentricityTM Universal Viewer 100 Edition merupakan sebuah solusi pengarsipan data pasien dan platform komunikasi berbasis web yang terintegrasi dan dilengkapi dengan alat produktivitas, visualisasi canggih, dan mudah diakses dimanapun.

Sebagai single repository untuk gambar 2D dan 3D, alat ini sangat cocok diterapkan di departemen radiologi berskala kecil hingga menengah serta memiliki interoperabilitas yang tinggi dengan sistem rumah sakit lainnya, termasuk catatan medis elektronik.

Putty Kartika, Country Director, GE Healthcare Indonesia berharap ke depannya akan lebih banyak sistem perawatan kesehatan yang memanfaatkan teknologi digital yang dapat meningkatkan kesehatan di Indonesia.

“Kami bangga dapat menyampaikan keberhasilan Rumah Sakit Premier Bintaro dalam menerapkan teknologi baru ini, dan akan terus mendukung pihak rumah sakit untuk menjadi salah satu penggagas pertama transformasi rumah sakit digital di ASEAN. GE Healthcare berkomitmen untuk menyediakan teknologi dan solusi kesehatan ke rumah sakit di Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan keterjangkauan layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Studi ini dilakukan oleh Frost & Sullivan melalui studi komparatif dengan membandingkan tingkat kunjungan balik, biaya, dan jumlah pemeriksaan pada bulan November 2015 hingga Januari 2016 (sebelum GE CentricityTM Viewer 100 Edition) dan November 2016 hingga Januari 2017 (setelah periode GE CentricityTM Viewer 100 Edition).

Studi tersebut telah merupakan hasil penghitungan dari 10.000 prosedur radiologi selama periode 3 bulan. Hasil studi ini juga merupakan hasil dari 12 sesi diskusi dengan ahli radiografi, ahli radiologi, administrator, ahli bedah, dan dokter dari rumah sakit.

Tag : rumah sakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top