Seniman Turki Terjemahkan Mitos Lewat Instalasi Tengkorak

Seniman Turki Ahmet Gunestekin menggunakan ribuan tengkorak manusia berbahan logam dan tanduk binatang runcing untuk menceritakan kembali beberapa mitos kuno melalui karya instalasi. Dia memanfaatkan sebuah hanggar tak terpakai di Istanbul sebagai lokasi berkarya.
Aprianus Doni Tolok | 20 September 2018 00:59 WIB
Chamber of Immortality - ahmetgunestekin.com

Bisnis.com, JAKARTA - Seniman Turki Ahmet Gunestekin menggunakan ribuan tengkorak manusia berbahan logam dan tanduk binatang runcing untuk menceritakan kembali beberapa mitos kuno melalui karya instalasi.

Dia memanfaatkan sebuah hanggar tak terpakai di Istanbul sebagai lokasi berkarya.

Karya yang dinamai Chamber of Immortality itu mengacu pada Epic of Gilgamesh - raja bangsa Sumeria yang berusaha menemukan rahasia kehidupan abadi tetapi sia-sia dan mengarah pada kisah Nabi Nuh yang konon bahteranya terdampar di Gunung Ararat, Turki.

Pada bagian tengah karya terdapat tengkorak logam besar dengan lidah yang menjulur. Seluruh permukaan tengkorak besar dan lidah kemudian diselimuti sekitar 11.000 tengkorak yang lebih kecil. Semua material yang digunakan dibuat dengan tangan.

Di sekelilingnya ada dua dinding melengkung terbuat dari lebih banyak tengkorak dan tanduk hewan.

Menurut sang seniman, tengkorak besar melambangkan Nuh, sementara lidah yang keluar dari mulutnya mewakili hewan.

"Di satu sisi, itu menunjukkan bagaimana konsep manusia dan hewan bersarang satu sama lain," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Proses pembuatan struktur karya memakan waktu hingga 4,5 tahun dengan biaya US$1 juta. Gunestekin terinspirasi oleh Gobeklitepe, sebuah kuil berusia 12.000 tahun di Turki yang tahun ini menjadi situs Warisan Dunia UNESCO.

Sebagai seorang seniman otodidak, dia dikenal karena teknik yang unik dalam menggambarkan narasi lisan, mitos, dan legenda, terutama dari peradaban Anatolian dan Yunani.

Chamber of Immortality akan dipamerkan di Istanbul pada 20 September 2018 dan selanjutnya dibawa ke London, Berlin, dan New York untuk dipamerkan di tiga kota tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni rupa

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top