Mahal, Tetapi Inilah Harapan Pasien Kanker Darah

Kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan ketujuh di Indonesia. Salah satu tipe kanker yang paling ganas ialah kanker darah. Banyak yang beranggapan bahwa ketika sudah divonis terkena kanker darah maka harapan hidupnya sudah sangat kecil.
Dewi Andriani | 22 September 2018 00:59 WIB
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa

Kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan ketujuh di Indonesia. Salah satu tipe kanker yang paling ganas ialah kanker darah. Banyak yang beranggapan bahwa ketika sudah divonis terkena kanker darah maka harapan hidupnya sudah sangat kecil.

Padahal, dengan  berbagai terobosan ilmu kedokteran, kanker darah – bahkan limfoma tipe Hodgkin yang dulunya mematikan – kini telah menjadi sebuah kondisi yang dapat disembuhkan. Tingkat kesuksesannya telah meningkat pesat, didukung oleh kemajuan di bidang kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Colin Phipps Diong, dokter sekaligus konsultan hematologi dari Parkway Cancer Centre mengatakan  semua hal tersebut tergantung pada perawatan yang didapatkan pasien apakah sudah sesuai dengan kondisi spesifiknya.

”Ini adalah faktor kunci yang utama, selain mendapatkan diagnosis awal yang tepat. Untuk kasus limfoma tipe Hodgkin, tingkat kesembuhan berkisar antara 75%- 96%, tergantung pada stadium mana kanker tersebut didiagnosis dan diobati,” tuturnya.

Pengobatan yang paling banyak dilakukan yaitu kemoterapi, radioterapi dengan menggunakan sinar X untuk menghancurkan sel kanker, serta transplantasi sel punca atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat.

Selain itu, saat ini para ahli juga tengah mengembangkan sistem pengobatan paling mutakhir yaitu treatment car tcell. Perawatan ini diklaim bisa memberikan keembuhan hingga 80%.

Kapan Saatnya Pasangan Memilih Bayi Tabung?

Dokter dan konsultan senior hematologi PCC Lim Zi Yi mengatakan kanker merupakan sel abnormal yang tidak dikenali oleh sistem imun yang ada di dalam tubuh manusia sehingga sel-sel abnormal tersebut akan terus berkembang menjadi kanker ganas.

Dalam proses pengobatan car tcell sel imun yang ada di dalam diri pasien diambil sebanyak-banyaknya kemudian di bawa ke laboratorium untuk dimodifikasi secara genetis sedemikian rupa sehingga sel tersebut dapat mengenali sel-sel abnormal dari kanker.

”Sel tersebut akan menjadi super sel yang disuntikan kembali ke dalam tubuh pasien. Super sel tersebuh akan menjadi imun yang dapat membunuh sel kanker. Dia akan berkembang dan mereplika diri sendiri sehingga semakin kuat dan semakin banyak menyerang dan melawan sel kanker,” terangnya.

Menurutnya, keberhasilan dari metode car tcell ini diklaim bisa mencapai hingga 80%. Namun, harga yang dibutuhkan untuk sekali pengobatan terbilang cukup mahal mencapai US$450.000 sekali perawatan. Harga itu jauh di atas metode pengobatan melalui stem cell atau transplantasi sel punca yang biaya pengobatannya sekitar US$60.000 – US$120.000, tergantung dari mana sel punca tersebut didapatkan.

Perawatan Paliatif Tumbuhkan Harapan Penderita Kanker

”Perawatan car tcell ini bisa untuk mengangani anak-anak juga. Anak yang sudah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang namun gagal bisa dirawat dengan menggunakan teknik terapi baru ini. Memang biayanya cukup mahal karena baru ada di AS dan prosesnya juga panjang serta dibutuhkan penanganan khusus.”

Meski demikian, sistem perawatan car tcell diyakini akan lebih murah dan lebih mudah untuk diakses dalam kurun lima tahun ke depan karena sejumlah rumah sakit dari berbagai negara akan ikut mencoba mengembangkan metode tersebut.

Tag : kanker
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top