"Revolusi Senyap Untuk Para Ibu Tangguh" Kisah Perjuangan di Keluarga Prasejahtera

Buku \"Revolusi Senyap Untuk Para Ibu Tangguh\" Bercerita Tentang Pengentasan Kemiskinan
Eva Rianti | 11 Oktober 2018 10:55 WIB
Penulis BUku Revolusi Senyap untuk Para Ibu Tangguh, Kristin Samah Meluncurkan Bukunya di Gedung Sarwono, Jakarta, Rabu (10/10/2018) - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Buku berjudul “Revolusi Senyap untuk Para Ibu Tangguh” baru saja diluncurkan oleh penulisnya, Kristin Samah. Buku ini mengulas tentang revolusi mental yang dimulai dari kaum ibu tangguh di Indonesia. 

Cerita di balik buku setebal 168 halaman ini terinspirasi dari Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggelontorkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera yang dikenal dengan sebutan Mekaar. 

Kristin menceritakan bahwa pada pembiayaan untuk koperasi, usaha kecil dan menengah dilakukan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), program Mekaar ini lebih spesifik untuk keluarga-keluarga prasejahtera. Semua nasabah adalah perempuan.

“Buku ini menceritakan bagaimana ketangguhan ibu-ibu di keluarga prasejahtera bisa mengentaskan kemiskinan,” ujarnya ketika ditemui Bisnis dalam acara peluncuran bukunya di Gedung Sarwono, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Dia mengatakan, awal mula inspirasi menulis buku ini ketika mengetahui jumlah nasabah dari progam yang dimulai sejak 2015 tersebut yang kian bertambah banyak. Lalu, Kristin meminta diberi akses untuk bertemu para nasabah. Dia mengaku berkesan dan kagum melihat semangat para ibu-ibu yang terlibat program tersebut.

“Diceritakan dalam buku ini bahwa mengentaskan kemiskinan itu tidak dengan cara memberikan belas kasihan. Bahwa ternyata kita semua, termasuk keluarga prasejahtera itu bisa mengentaskan kemiskinannya sendiri jika diberi kepercayaan,” lanjutnya.

Buku ini diakuinya dikerjakan dalam waktu yang terbilang singkat, yakni dua bulan dengan mengunjungi beberapa daerah, seperti Jakarta, Bogor, Yogyakarta, dan Aceh.

Kristin menambahkan, judul buku "Revolusi Senyap" dalam buku ini berhubungan dengan upaya revolusi mental yang dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo. Dia menilai senyap lantaran memang tidak ada gembar-gembor, apalagi unjuk rasa menuntut sesuatu yang dianggap sangat penting. Kendati sepi, lanjutnya, perubahan yang terjadi sebenarnya gegap gempita. 

 

Tag : buku
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top