3 Cara Mengatasi Iri Hati di Instagram

Manusia adalah makhluk sosial, dan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa media sosial dapat memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan mental kita.
Krizia Putri Kinanti | 13 Oktober 2018 13:15 WIB
Logo instagram - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Manusia adalah makhluk sosial, dan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa media sosial dapat memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan mental kita.

Tapi, tentu kita juga merasakan sensasi berbeda ketika Anda melihat teman memposting gambar diri mereka dengan Beyonce pada konsernya yang super mahal, sementara Anda hanya duduk di sofa.

Musim panas ini, Instagram memiliki satu miliar pengguna aktif. Mereka yang berusia di bawah 25 tahun menghabiskan rata-rata 32 menit sehari untuk menggulir posting dan membalik-balik cerita.

Dilansir dari dailymail.co.uk, studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memicu rasa iri, dan terapis Dr Susan Krausse-Whitbourne dan James Robinson menduga bahwa foto yang diposting oleh orang-orang dengan kehidupan yang lebih keren daripada Anda adalah media utama untuk menimbulkan rasa iri.

Tetapi tidak harus seperti itu, Dr Krausse-Whitbourne dan Robinson memberikan beberapa tips untuk membantu memerangi rasa iri Insta (Insta Envy) Anda.

1. Ubah rasa iri jadi kagum

Robinson mengatakan sisi lain dari iri adalah kekaguman, maka rubahlah rasa iri kepada rasa kagum.

'Ketika Anda melihat seseorang yang bepergian atau memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan itu [yang Anda kagumi], cobalah untuk memahami bagaimana mereka sampai di sana dan belajar dari kemampuan orang-orang itu dan apa yang telah mereka lakukan,' ujarnya.

2.Berbicaralah pad a orang yang dikenal

'Temukan sesuatu dengan seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan Anda yang memberi Anda rasa kehangatan dan rasa memiliki,' saran Krauss Whitborne.

Hubungan yang lebih dekat itu juga menjaga persepsi tentang kehidupan ‘online’ orang-orang lain.

3.Ketahui foto yang bikin iri

Ketahui dan cari  tahu foto yang bikin iri, serta mengapa dapat menghadirkan beberapa kategori fantasi yang berbeda.

Anda mungkin memiliki satu teman yang mengunggah foto dari petualangan mereka di tujuan yang berbeda setiap hari, dan kemudian ada satu teman yang seluruh Instagram-nya seperti papan bingo kebahagiaan.

"Itu tidak realistis - sebagai terapis, saya dapat memberitahu Anda, itu tidak terjadi - dan itu tidak akan benar-benar menjadi hal yang baik jika itu terjadi," kata Robinson. Tetapi yang penting adalah mengidentifikasi apa yang terasa paling ‘beracun’ bagi Anda, secara pribadi

 

 

Tag : media sosial, instagram
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top